Cegah Omicron, Jepang Setop Reservasi Penerbangan Sebulan

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Des 2021 15:53 WIB
Jepang larang warga negara asing masuk ke wilayahnya gegara varian Omicron yang bikin geger dunia. Imbas larangan itu, aktivitas di Bandara Haneda tampak sepi.
Ilustrasi (dok. Getty Images/Carl Court)
Tokyo -

Otoritas Jepang meminta maskapai-maskapai untuk berhenti menerima booking atau reservasi penerbangan masuk ke negara itu terkait kekhawatiran soal varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron. Sejauh ini sudah dua kasus varian Omicron terkonfirmasi di wilayah Jepang.

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/12/2021), langkah tersebut diumumkan Jepang setelah otoritas setempat mendeteksi kasus varian Omicron kedua dari seorang pelancong yang baru tiba dari luar negeri, sehari setelah mengonfirmasi kasus varian Omicron pertama di wilayahnya.

"Kami telah meminta maskapai-maskapai penerbangan untuk berhenti menerima semua reservasi penerbangan masuk yang baru selama satu bulan mulai 1 Desember," ucap seorang pejabat Kementerian Transportasi Jepang kepada AFP.

Pejabat yang tidak disebut namanya itu, menambahkan bahwa booking penerbangan ke Jepang yang sudah dilakukan sebelum batas waktu itu tidak akan terdampak.

Pemerintah Jepang memperketat langkah-langkah pengendalian perbatasan yang sudah ketat, dengan melarang masuk semua warga negara asing dari 10 negara Afrika bagian selatan. Varian Omicron yang pertama terdeteksi di Afrika Selatan ini ditetapkan sebagai 'variant of concern' oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Aturan karantina juga diperketat untuk warga negara Jepang dan penduduk asing yang datang dari belasan negara lainnya.

Sementara itu, otoritas Jepang mengumumkan bahwa kasus kedua varian Omicron dikonfirmasi pada Rabu (1/12) waktu setempat. Kasus kedua ini terdeteksi pada seorang pelancong yang tiba di Jepang dari Peru bulan lalu. Asal kewarganegaraan pelancong itu tidak diungkap lebih lanjut.

Kasus pertama varian Omicron di Jepang diumumkan pada Selasa (30/11) waktu setempat, yang terdeteksi pada seorang pria yang tiba dari Namibia.

(nvc/ita)