Dunia Ramai-ramai Tutup Pintu Gegara Corona Omicron dari Afrika

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 08:08 WIB
Virus In Red Background - Microbiology And Virology Concept
Foto: Getty Images/iStockphoto/loops7
Jakarta -

Virus Corona varian Omicron bikin geger seluruh negara. Dunia ramai-ramai tutup pintu gegara virus COVID varian baru itu.

Daftar sementara ada 16 negara yang sudah mendeteksi kasus varian omicron. Terbanyak ada di Afrika Selatan dengan jumlah kasus 77 pasien terinfeksi varian Omicron.

Otoritas Belanda mendeteksi 13 kasus positif virus Corona (COVID-19) varian Omicron dari dua penerbangan asal Afrika Selatan (Afsel). Sedikitnya 13 kasus varian Omicron itu terdeteksi setelah sekitar 61 orang dari total 600 pelancong yang menumpang dua penerbangan maskapai KLM dinyatakan positif Corona setibanya di Bandara Schiphol, Amsterdam, pada Jumat (27/11) lalu.

Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, menyatakan 'tidak terpikirkan' ada kasus lanjutan untuk varian Omicron di Belanda. Varian Omicron disebut-sebut lebih menular dari varian-varian COVID lainnya yang sudah ada.

Sementara itu, Jepang akan memberlakukan perbatasan ketat dan melarang masuk semua warga negara asing ke wilayahnya terkait penyebaran varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron. Pengetatan diberlakukan setelah beberapa pekan lalu mulai melonggarkan aturan masuk yang ketat.

Perbatasan Jepang hampir seluruhnya ditutup untuk pelancong dari luar negeri selama pandemi Corona merebak, bahkan warga negara asing yang berstatus resident atau penduduk Jepang sempat tidak bisa masuk ke Jepang sama sekali.

"Kami akan melarang masuk (baru) warga negara asing dari seluruh dunia mulai 30 November," tutur Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, kepada wartawan setempat, seperti dilansir AFP, Senin (29/11/2021).

Adapun otoritas Australia mendadak menunda rencana membuka kembali perbatasan internasional bagi para pekerja terampil dan mahasiswa. Keputusan ini dipicu kekhawatiran terkait varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron, yang telah terdeteksi di negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Senin (29/11/2021), usai menghadiri rapat keamanan darurat, Perdana Menteri (PM) Scott Morrison menyatakan bahwa pembukaan kembali yang dijadwalkan pada 1 Desember mendatang, akan ditunda setidaknya selama dua pekan.

Perbatasan Australia sebagian besar ditutup untuk warga negara asing selama lebih dari 20 bulan terakhir, yang memicu kekurangan tenaga kerja dan terpukulnya industri pariwisata yang vital. Dalam pernyataannya pada Senin (29/11) waktu setempat, PM Morrison menggambarkan penundaan ini sebagai 'keputusan yang diperlukan dan sementara' yang didasarkan atas saran medis.

"Jeda sementara akan memastikan Australia bisa mengumpulkan informasi yang kami butuhkan untuk lebih memahami varian Omicron," ujarnya.