Imbas Varian Omicron, Arab Saudi Tangguhkan Penerbangan Lagi dari 7 Negara Afrika

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 18:02 WIB
FILE PHOTO: General view of the new terminal of Jeddah airport, in Jeddah, Saudi Arabia September 19, 2018. REUTERS/Stephen Kalin/File Photo
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Stephen Kalin/File Photo)
Jakarta -

Arab Saudi kembali menangguhkan sementara penerbangan ke dan dari tujuh negara Afrika imbas penyebaran varian baru Omicron. Dengan demikian ada total 14 negara Afrika yang ditangguhkan penerbangannya.

Seperti dilansir Reuters dan Arab News, Minggu (28/11/2021) pada Minggu (28/11), kantor berita negara Saudi, SPA melaporkan bahwa pemerintah Arab Saudi menangguhkan penerbangan dari Malawi, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Mauritius dan Komoro.

Masyarakat yang datang dari salah satu negara yang masuk 'daftar hitam' dalam 14 hari terakhir akan ditolak memasuki Arab Saudi.

Sebelumnya, pada Jumat (26/11) lalu, Arab Saudi telah menangguhkan penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambik, Lesotho dan Eswatini.

Bagaimana dengan Negara Lainnya?

Meski membatasi masuknya pelancong dari negara-negara di Afrika, Arab Saudi masih mengizinkan para pengunjung dari seluruh negara di luar 'daftar hitam'. Adapun syaratnya adalah mereka harus divaksin minimal dosis pertama di negara itu.

Para pelancong akan diizinkan masuk mulai Sabtu pekan depan dan perlu menjalani karantina selama tiga hari.

Lebih lanjut, Kementerian Dalam Negeri meminta mereka yang memasuki Arab Saudi setelah bepergian ke daftar negara terlarang setelah 1 November, untuk mengikuti tes PCR demi mencegah penyebaran varian baru COVID-19 ini.

Larangan masuk untuk beberapa negara Afrika sudah dilakukan oleh sejumlah negara. Bahkan yang paling ekstrem, Israel melarang seluruh warga negara asing memasuki wilayahnya.

Diketahui varian Omicron pertama kali terdeteksi di Botswana, Afrika Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan varian tersebut dalam kategori 'variant of concern' atau varian yang menjadi perhatian.

Varian Omicron disebut memiliki sejumlah besar mutasi yang dikhawatirkan dapat mengurangi perlindungan yang diberikan oleh vaksin.

WHO menyebut butuh waktu berminggu-minggu untuk mengidentifikasi lebih lanjut apa sebenarnya varian Omicron ini.

Simak video 'Isi Aturan Pelarangan WNA Afrika Selatan Masuk ke RI':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/idn)