Badai Arwen Terjang Inggris, 2 Orang Tewas-Listrik Mati

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 18:06 WIB
Badai Ali menerjang Kepulauan Inggris. Angin kencang berkekuatan 100mph (160 km/jam) itu menumbangkan pohon dan mematikan listrik di rumah-rumah.
ilustrasi badai (Foto: Dok. Getty Images)
Jakarta -

Dua orang tewas dan para pengemudi kendaraan terjebak semalaman di jalan yang membeku, saat badai dahsyat menerjang Inggris utara. Ribuan rumah terputus aliran listrik akibat badai ini.

Kepolisian Inggris menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (27/11/2021), seorang pria tewas ketika mobilnya tertimpa pohon tumbang di Irlandia Utara pada Jumat (26/11) malam waktu setempat. Badai Arwen ini memicu peringatan cuaca level merah yang langka dari badan meteorologi Inggris, Kantor Meteorologi.

Seorang pria lainnya meninggal ketika dia tertimpa pohon tumbang di Lake District, barat laut Inggris.

"Orang-orang harus menjauh dari pantai karena ombak dan serpihan berbahaya bagi kehidupan," demikian peringatan Kantor Meteorologi.

Dengan kecepatan hampir 100 mil (160 kilometer) per jam, angin kencang menyebabkan pemadaman listrik ke lebih dari 55.000 pelanggan di Inggris utara, kata utilitas listrik di kawasan itu.

Layanan kereta cepat telah dihentikan di utara Newcastle dan jalan-jalan tertutup oleh puing-puing yang jatuh di beberapa bagian Skotlandia. Sementara itu, hujan salju dari Jumat sore waktu setempat memicu gangguan di jalan-jalan secara lebih luas.

Polisi menyatakan, salju dan pohon tumbang menyebabkan terblokirnya jalan-jalan di Inggris utara dan Skotlandia. Akibatnya, banyak pengemudi terpaksa tidur di kendaraan mereka semalaman.

Sekitar 120 truk "terjebak di salju" di satu bagian jalan raya antara Manchester dan Leeds di Inggris utara, kata polisi yang memposting di Twitter foto-foto jalan yang diselimuti salju sebelum alat bajak salju dapat dikerahkan.

Sementara angin kencang telah mereda pada Sabtu pagi waktu setempat, Kantor Meteorologi memperingatkan kondisi akan tetap sulit karena es dan salju. Masyarakat pun didesak untuk menghindari perjalanan yang tidak penting.

(ita/ita)