Corona Kian Ganas, Jerman Catat 76 Ribu Kasus Sehari!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Nov 2021 16:18 WIB
LEIPZIG, GERMANY - NOVEMBER 18: FFP2 masks and face shields in the Covid-19 intensive care unit at University Hospital Leipzig on November 18, 2021 in Leipzig, Germany. Hospitals are coping with a high influx of patients as the fourth wave of the coronavirus pandemic is sending infection rates to new record highs in Germany. Saxony is especially hard hit, with an average of over 750 new cases per 100,000 over a seven-day period, the highest for any state nationwide. Germanys vaccination rate, currently at about 67% of the population, is low compared to many other EU countries. The vast majority of people currently being admitted to hospital with Covid are unvaccinated. (Photo by Jens Schlueter/Getty Images)
ilustrasi (Foto: Getty Images/Jens Schlueter)
Jakarta -

Penyebaran virus Corona di Jerman kian mengganas. Badan pengendalian penyakit negara itu mengatakan 76.414 kasus baru COVID-19 dilaporkan dalam sehari pada Jumat (26/11) waktu setempat, sebuah rekor baru.

Seperti diberitakan Associated Press, Sabtu (27/11/2021), pusat penyakit menular Institut Robert Koch mengatakan Jerman juga mencatat 357 kematian baru akibat COVID-19 pada Jumat (26/11) waktu setempat, sehingga total kematian sejak awal wabah menjadi 100.476.

Meski begitu, pemerintah Jerman menolak untuk mendukung seruan penerapan lockdown cepat untuk mengendalikan situasi virus Corona yang memburuk di negara itu, yang membuat rumah sakit berada di bawah tekanan parah.

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan kontak antara orang-orang perlu dikurangi secara tajam. Dia memperingatkan bahwa "situasinya secara dramatis serius, lebih serius daripada titik mana pun dalam pandemi."

Namun, dia menolak untuk mengatakan apakah dia akan mendukung pembatasan menyeluruh seperti yang terlihat selama tahap pandemi sebelumnya, ketika sekolah, toko yang tidak penting, dan area kehidupan publik lainnya ditutup.

Menanggapi varian baru COVID-19 yang diberi nama Omicron, yang telah menyebar di Afrika Selatan, Spahn mengatakan maskapai yang datang dari sana hanya akan dapat mengangkut warga negara Jerman. Para wisatawan juga harus dikarantina selama 14 hari apakah mereka divaksinasi atau tidak, katanya.

"Hal terakhir yang kita butuhkan adalah membawa varian baru yang akan menyebabkan lebih banyak masalah," ujarnya.

Simak Video: Jerman Catat 100.000 Kematian Akibat Covid-19

[Gambas:Video 20detik]