Kapal Perang AS Lintasi Selat Taiwan Usai KTT Virtual Biden-Xi Jinping

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 23 Nov 2021 14:12 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
ilustrasi (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jakarta -

Sebuah kapal perang Amerika Serikat berlayar melintasi selat yang memisahkan Taiwan dan China pada Selasa (23/11). Ini merupakan pelayaran pertama sejak para pemimpin dari dua negara adidaya yang bersaing itu mengadakan pertemuan puncak secara virtual.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (23/11/2021), Armada Ketujuh militer AS menyatakan, pelayaran melintasi Selat Taiwan oleh kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke, USS Milius tersebut merupakan transit rutin.

Dalam pernyataannya, Armada Ketujuh AS menyatakan pelayaran ke-11 yang mendeklarasikan kebebasan navigasi tahun ini tersebut "menunjukkan komitmen AS untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka."

Transit terbaru itu terjadi setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping saling memberikan peringatan keras tentang masa depan Taiwan pada pertemuan puncak secara virtual awal bulan ini.

Media pemerintah China melaporkan setelah KTT virtual itu, Xi memperingatkan Biden bahwa mendorong kemerdekaan Taiwan berarti "bermain dengan api".

Kapal perang AS secara berkala melakukan latihan di Selat Taiwan, dan seringkali memicu tanggapan marah dari Beijing, yang mengklaim Taiwan dan perairan sekitarnya sebagai wilayahnya sendiri.

AS dan banyak negara lain memandang rute itu sebagai perairan internasional yang terbuka untuk semua pihak.