Kejam Pemimpin Gereja Filipina Dijerat Dagang Seks Anak di Paman Sam

Tim detikcom - detikNews
Senin, 22 Nov 2021 05:59 WIB
Ilustrasi Penjara
Foto: Getty Images/iStockphoto/bortn76

"Para korban mempersiapkan makanan Quiboloy, membersihkan kediamannya, memberikan pijatan dan diminta berhubungan seks dengan Quiboloy dalam apa yang disebut para pastoral (sebutan korban yang bekerja untuk Quiboloy-red) sebagai 'tugas malam'," sebut Departemen Kehakiman AS dalam keterangannya.

Para korban diancam dengan kekerasan fisik dan verbal. Serta diancam akan mendapat 'kutukan abadi'.

"Terdakwa Quiboloy dan pengurus KOJC lainnya memaksa para pastoral (korban-red) melakukan 'tugas malam' -- yaitu seks -- dengan terdakwa Quiboloy, dengan ancaman kekerasan fisik dan verbal dan kutukan abadi," imbuh Departemen Kehakiman AS.

Dakwaan jaksa federal AS menyebut skema perdagangan seks ini berlangsung selama setidaknya 16 tahun hingga tahun 2018.

Quiboloy yang berusia 71 tahun diketahui merupakan kepala gereja KOJC yang didirikan sejak tahun 1985 silam. Gereja ini mengklaim memiliki 6 juta jemaat yang tersebar di sebanyak 200 negara.

Di AS, gereja ini memiliki kantor pusat di area Van Nuys, Los Angeles.