Manuver Prancis Ogah Lockdown Padahal Lonjakan Corona Bikin Geger

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 20:02 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: AP Photo/Thibault Camus)

Dilansir dari AFP, virus Corona menyebar terutama di kalangan orang muda yang cenderung tidak menderita penyakit parah akibat virus tersebut. Berset mengatakan lonjakan kasus lebih mengkhawatirkan karena "jumlah orang dewasa yang tidak memiliki kekebalan terlalu besar".

Berset menegaskan jumlah orang yang divaksinasi lengkap di Swiss masih terlalu rendah, yakni sekitar 65% dari seluruh populasi. Dia mengatakan orang-orang harus menghormati aturan keselamatan kesehatan untuk menghindari peningkatan pasien di rumah sakit.

Swiss tadinya memiliki 10 persen populasi yang divaksinasi penuh pada 23 April, meningkat menjadi 50 persen tiga bulan kemudian pada 29 Juli. Namun, pada bulan-bulan berikutnya kemajuan itu telah menurun secara drastis.

Pekan lalu, rawat inap COVID-19 meningkat seperempat, sementara kematian naik lebih dari 80 persen menjadi 53 kematian. Saat ini, 77 persen ICU di Swiss penuh dengan 17 persen dari keseluruhan kapasitas ditempati oleh pasien COVID-19.

Ahli epidemiologi Universitas Bern, Christian Althaus, menyerukan untuk kembali bekerja dari rumah dan penggunaan masker di dalam ruangan yang lebih besar, mengingat lonjakan kasus.

Pada hari Kamis (18/11) waktu setempat, otoritas kesehatan nasional melaporkan lebih dari 6.000 kasus baru COVID-19 yang dikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.


(haf/lir)