Senat AS Khawatir Sidang Tahunan Interpol Disalahgunakan Turki

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 19 Nov 2021 13:56 WIB
Senator AS Roger Wicker (Dok. Wicker.Senate.gov)
Foto: Senator AS Roger Wicker (Dok. Wicker.Senate.gov)
Jakarta -

Seorang senator AS khawatir sidang umum tahunan Interpol di Istanbul, Turki disalahgunakan oleh pemerintahan Turki. Pasalnya, Turki pernah menyalahgunakan sistem Red Notice Interpol.

Dikutip dari laman lembaga advokasi Stockholm Centre for Freedom (SCF), Jumat (19/11/2021) Senator AS Roger Wicker, seorang Republikan dari Mississippi dan anggota peringkat Komisi Keamanan dan Kerjasama di Eropa, mewanti-wanti soal sidang Interpol ini. Ia khawatir sidang ini akan dimanfaatkan untuk menghukum mereka yang melawan rezim dan ini bisa merusak supremasi hukum.

"Di luar Turki, Rusia, China, dan Venezuela adalah pengeksploitasi utama Interpol," kata Wicker.

"Karenanya, susah dibayangkan bahwa Interpol memilih Turki untuk menjadi tuan rumah sidang tahunan untuk tahun ini," lanjutnya.

Dia juga menyebutkan bahwa Turki merupakan salah satu negara yang menyalahgunakan sistem Red Notice dan Blue Notice Interpol terburuk. Turki menurutnya telah berulang kali menggunakan Interpol untuk menangkap kritikus pemerintah atas tuduhan bermotif politik.

"Wartawan Can Dundar adalah contohnya. Pada tahun 2018, Turki menuntut agar Interpol mengeluarkan red notice untuk penangkapan Dundar. Apa yang telah dia lakukan? Dia hanya mengkritik pemerintahannya," ujarnya.

D√ľndar ditangkap dan dipenjara selama 92 hari karena melaporkan penyadapan truk tujuan Suriah yang diduga milik intelijen Turki. Dia ditangkap pada 26 November 2015 dan dibebaskan pada 26 Februari 2016 menyusul adanya keputusan pengadilan.

"Media Turki melaporkan bahwa Interpol telah menolak hampir 800 red notice yang dikirim oleh pemerintah Turki. Karena yang ditargetkan kritikus dan lawan politik," ungkap Wicker.