Selandia Baru Beri Rp 59 M untuk Transisi RI ke Energi Terbarukan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 17 Nov 2021 10:03 WIB
Jokowi bertemu Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Foto: Jokowi bertemu Menlu Selandia Baru Nanaia Mahuta (Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta telah mengakhiri kunjungan tiga harinya ke Indonesia untuk menguatkan kembali keterlibatan Aotearoa Selandia Baru di kawasan Indo-Pasifik dan juga telah melangsungkan pertemuan dengan mitra utama di Indonesia dan ASEAN.

Selandia Baru akan memberikan NZ$6 juta atau setara dengan Rp 59 miliar untuk transisi Indonesia ke energi terbarukan.

"Kemitraan bilateral kami dengan Indonesia adalah kemitraan penting yang didukung dengan hubungan diplomatik selama lebih dari 60 tahun. Kami berkomitmen pada pendekatan bersama dan memastikan kawasan Indo-Pasifik tetap stabil, terbuka, dan sejahtera," kata Nanaia Mahuta dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/11/2021).

Dalam kunjungannya, Menteri Luar Negeri Mahuta melakukan pertemuan formal dengan Presiden Joko Widodo, Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, dan Sekjen ASEAN Dato Lim Jock Hoi.

"Dukungan dan partisipasi Presiden Widodo selama APEC 2021 sangat berharga dan saya menyampaikan harapan terbaik kepada Indonesia sebagai tuan rumah G20 di tahun depan," kata Nanaia Mahuta.

"Menteri Marsudi dan saya juga telah melakukan diskusi yang sangat produktif tentang berbagai isu, termasuk respons terhadap COVID-19 dan pemulihan ekonomi, perubahan iklim, membangun ketahanan di Pasifik dan pentingnya sistem multilateral berbasis aturan," lanjutnya.

Selain itu, untuk transisi Indonesia ke energi terbarukan, Selandia Baru juga akan memberikan dana NZ$6 juta atau Rp 59 miliar.

"Sebagai bagian dari kemitraan ini, saya juga menyampaikan ke Menteri Marsudi kemarin bahwa Selandia Baru akan memberikan NZ$6 juta kepada Global Green Growth Institute, untuk mendukung transisi Indonesia ke energi terbarukan," jelas Nanaia Mahuta.

Kunjungan Menteri Mahuta juga berfokus pada kemitraan Selandia Baru dengan ASEAN di kawasan Indo-Pasifik. Menteri Mahuta juga memberikan pidato virtual melalui Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) yang menyoroti pentingnya kawasan yang damai, sejahtera, dan stabil.

"Kami juga senang dapat mendukung pembentukan ASEAN Center for Climate Change yang baru. Kami akan mengikuti dengan dekat untuk perkembangan Sentra ini selama bertahun-tahun ke depan, dan kami juga berharap untuk terlibat dengan Sentra ini dalam penindakan perubahan iklim regional, sembari kami mempertimbangkan investasi kami di kawasan ini selama empat tahun ke depan dari sumber pendanaan global Selandia Baru yang terkini yaitu pendanaan perubahan iklim senilai NZ$1,3 miliar," tuturnya.

Pendanaan tambahan sebesar NZ$3,6 juta juga telah diumumkan untuk Pusat Bantuan Kemanusiaan ASEAN guna memperkuat program pengembangan profesional pan-ASEAN, dan dukungan untuk melatih pejabat ASEAN tentang kejahatan transnasional dan keamanan maritim, serta perdagangan.

(rdp/ita)