Dituduh AS Bahayakan Kru Stasiun Luar Angkasa, Ini Respons Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 17:56 WIB
In this image from video provided by NASA, the International Space Station is seen as astronauts in the SpaceX Dragon capsule undock on Monday, Nov. 8, 2021, (NASA via AP)
Ilustrasi -- Stasiun Luar Angkasa Internasional dalam foto NASA (NASA via AP)

Badan antariksa AS atau NASA sebelumnya menyebut bahwa tujuh kru ISS, yang terdiri atas empat astronaut AS, seorang astronaut Jerman dan dua kosmonaut Rusia, dibangunkan dari tidur dan terpaksa berlindung di kapsul pesawat luar angkasa selama dua jam, usai uji coba rudal Rusia sebagai langkah pencegahan untuk pelarian cepat jika diperlukan.

Laboratorium penelitian, yang mengorbit setinggi 402 kilometer dari permukaan Bumi, terus melewati atau berada di dekat kumpulan puing-puing itu setiap 90 menit, namun spesialis NASA menetapkan bahwa aman bagi para kru untuk kembali ke bagian dalam ISS usai lintasan ketiga.

Menurut perusahaan analisis industri luar angkasa, Seradata, target dari rudal anti-satelit Rusia itu adalah Cosmos 1408 yang merupakan satelit sinyal intelijen Soviet sejak tahun 1982 yang sudah tidak berfungsi selama beberapa dekade.

Langkah Rusia itu membangkitkan kembali kekhawatiran soal perlombaan senjata luar angkasa yang semakin berkembang, yang mencakup segala hal mulai dari pengembangan satelit yang mampu mendorong satelit lainnya dari orbit hingga senjata laser di luar angkasa.


(nvc/jbr)