Netanyahu Kembali Disidang Korupsi, Hakim Tunda Kesaksian Kunci Eks Jubir

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Nov 2021 16:45 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a hearing evidence stage for his trial over alleged corruption crimes, at the Jerusalem district court, in Salah El-Din, East Jerusalem, Monday, April 5, 2021. Netanyahu was back in court for his corruption trial on Monday as the countrys political parties were set to weigh in on whether he should form the next government after a closely divided election or step down to focus on his legal woes. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Benjamin Netanyahu (dok. Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Tel Aviv -

Persidangan kasus korupsi yang menjerat mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, kembali dilanjutkan. Bekas juru bicara Netanyahu seharusnya dihadirkan sebagai saksi, namun hakim mengabulkan permohonan tim pengacara mantan PM Israel yang meminta kesaksian yang sangat dinantikan itu ditunda.

Seperti dilansir AFP, Selasa (16/11/2021), Netanyahu yang kini memimpin oposisi dalam parlemen Israel usai dilengserkan oleh koalisi rivalnya pada Juni lalu, tiba di pengadilan Yerusalem tanpa pengamanan ketat pada Selasa (16/11) waktu setempat.

Dalam kasus ini, Netanyahu didakwa atas penyuapan, penipuan dan pelanggaran kepercayaan dalam tiga dakwaan terpisah yang secara kolektif menuduhnya telah menerima hadiah tidak pantas dan secara ilegal memperdagangkan bantuan regulasi dengan para pengusaha media untuk imbalan liputan positif soal dirinya.

Testimoni eks juru bicaranya, Nir Hefetz, diharapkan bisa menjelaskan hubungan Netanyahu dengan grup telekomunikasi Bezeq.

Dalam kasus Bezeq, yang dianggap paling serius, Netanyahu dituduh menawarkan keuntungan regulasi yang bisa bernilai jutaan dolar untuk perusahaan telekomunikasi itu dengan imbalan liputan yang menguntungkan secara politik pada portal berita kelompok itu, Walla News.

Pengacara Netanyahu berargumen pihaknya belum siap untuk merespons testimoni Hefetz, menyusul pengungkapan pers baru-baru ini soal bukti-bukti yang mungkin dia hadirkan dalam sidang. Pengacara Netanyahu pun meminta agar agenda testimoni Hefetz ditunda.

Jaksa penuntut kasus yang menyesali bocornya bukti-bukti yang mungkin dihadirkan Hefetz, menegaskan bahwa testimoninya harus berlanjut.