Baku Tembak di Penjara Ekuador Dipicu Rebutan Kekuasaan Geng Narkoba

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 14 Nov 2021 18:23 WIB
Jakarta -

Baku tembak antar geng narkoba di penjara Ekuador dipicu oleh kekosongan kekuasaan pasca seorang pemimpin geng dibebaskan. Akibatnya geng lainnya ingin berusaha mengendalikan.

Kerusuhan mulai berlangsung Jumat (12/11) sekitar pukul 7 malam waktu setempat. Para tahanan dari sebuah geng mencoba memasuki blok 2 penjara Litoral, lokasi geng Tiguerones, saingannya pasca pemimpinnya dibebaskan.

"Gangguan terbaru dipicu oleh kekosongan kekuasaan menyusul pembebasan seorang pemimpin geng," kata Gubernur Provinsi Guayas, Pablo Arosemena seperti dilansir kantor berita AFP dan Reuters, Minggu (14/11/2021).

"Dalam situasi ini tidak ada pimpinan komplotan yang memiliki blok sel ini karena beberapa hari lalu napi itu dibebaskan," kata Arosemena. "Blok sel lain dengan kelompok lain ingin mengendalikan mereka, masuk ke dalam dan melakukan pembantaian total." lanjutnya.

Narapidana dari geng-geng yang bersaing di Ekuador saling bertarung dengan senjata, bahan peledak hingga pisau. Sedikitnya 68 orang tewas di dalam penjara.

Pada Sabtu (13/11) pagi waktu setempat, petugas polisi dengan pakaian anti huru-hara terlihat memanjat dinding penjara yang berlumuran darah. Disebutkan jenazah seorang narapidana tergeletak di atap penjara yang dikelilingi oleh kawat berduri.

Gambar yang diposting di media sosial, yang keasliannya belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang, menunjukkan setumpuk mayat di halaman penjara dilalap api. Sementara terlihat narapidana yang berdiri di dekatnya memukuli mayat-mayat itu dengan tongkat.

Dalam video lain, seorang tahanan dari blok yang diserang berkata, "Kami terkunci di sel kami. Mereka ingin membunuh kami semua."

"Tolong bagikan video ini. Tolong bantu kami!" teriak narapidana tersebut memohon.