Dulu Jerman Dipuji Tangani Corona, Kini Jerman Menderita

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 13 Nov 2021 05:39 WIB
Mayoritas Warga Jerman Dukung Pembatasan Corona, Tapi Tidak di Masa Natal
Ilustrasi warga Jerman (Foto: DW News)
Jakarta -

Jerman sempat dipuji karena cepat tanggap menangani pandemi COVID-19. Namun, kini Jerman mengalami keterpurukan karena kasus Corona di negara itu terus melonjak.

Pada Kamis (11/11), waktu setempat, negara Eropa itu mencatat rekor lebih dari 50 ribu dalam sehari. Angka itu merupakan rekor tertinggi sejak pandemi.

Hal ini dikarenakan upaya vaksinasi Jerman berjalan lambat dan harus menghadapi skeptisisme vaksin yang keras kepala dalam populasinya. Hingga saat ini, 69,8% populasi di Jerman telah menerima satu vaksinasi COVID-19 dan 67,3% populasi telah divaksinasi lengkap. Ini kurang tinggi dibandingkan dengan 79,8% populasi Inggris di atas usia 12 tahun yang sekarang telah divaksinasi lengkap.

Menkes Jerman Desak Warga Divaksin Booster

Pekan lalu, Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn, mengatakan, "Kita saat ini mengalami pandemi terutama di antara mereka yang tidak divaksinasi dan sangat masif." Dia pun mendesak warga Jerman untuk mendapatkan vaksin booster (penguat).

Beberapa negara bagian di Jerman yang paling parah lonjakan kasus Corona-nya, termasuk Saxony, Bavaria, dan yang terbaru Berlin, telah memberlakukan aturan pembatasan-pembatasan baru terhadap orang yang tidak divaksinasi di sebagian besar tempat-tempat umum dalam ruangan.

Calon pengganti Kanselir Jerman Angela Merkel, Olaf Scholz, mengatakan pusat-pusat vaksinasi Jerman harus dibuka kembali dalam upaya untuk mendorong lebih banyak warga untuk divaksinasi.

"Virus itu masih ada di antara kita dan mengancam kesehatan warga," kata Scholz, dalam pidatonya di parlemen seperti dilaporkan Reuters.

Selanjutnya >>>

Tonton juga video tentang hidden gem pantai di Parung, Bogor, berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]