Boeing Siap Beri Kompensasi ke Keluarga Korban Tragedi 737 MAX di Ethiopia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Nov 2021 15:23 WIB
FILE PHOTO: The Boeing logo is pictured at the Latin American Business Aviation Conference & Exhibition fair (LABACE) at Congonhas Airport in Sao Paulo, Brazil, Aug. 14, 2018. REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo
Ilustrasi (REUTERS/Paulo Whitaker/File Photo)
Chicago -

Boeing mencapai kesepakatan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX yang menewaskan 157 orang di Ethiopia. Pihak Boeing juga mengakui bertanggung jawab atas kecelakaan pesawat itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (11/11/2021), hal itu terungkap dalam dokumen gugatan hukum yang diajukan ke pengadilan Chicago, Amerika Serikat (AS). Dalam pernyataan terpisah kepada AFP, Boeing mengakui tercapainya kesepakatan untuk kompensasi itu.

"Boeing berkomitmen untuk memastikan bahwa semua keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta mereka dalam kecelakaan tersebut mendapatkan kompensasi penuh dan adil untuk kehilangan mereka," demikian bunyi pernyataan Boeing kepada AFP.

"Dengan menerima tanggung jawab, kesepakatan antara Boeing dengan pihak keluarga memungkinkan pihak-pihak untuk memfokuskan upaya-upaya mereka dalam menentukan kompensasi yang layak untuk setiap keluarga," imbuh pernyataan tersebut.

Pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 302 tujuan Nairobi, Kenya, jatuh di tenggara ibu kota Addis Ababa sekitar enam menit setelah lepas landas pada 10 Maret 2019.

Insiden itu berdampak pada dikandangkannya seluruh armada Boeing 737 MAX secara global, dan memicu krisis terburuk dalam sejarah Boeing. Kecelakaan lainnya melibatkan Boeing 737 MAX yang dioperasikan maskapai Lion Air terjadi di Indonesia pada Oktober 2018 yang menewaskan 189 orang.

Ketua tim pengacara untuk keluarga korban memuji kesepakatan itu sebagai pencapaian 'bersejarah' dan 'tonggak bersejarah untuk keluarga korban dalam menuntut keadilan dari Boeing'.

"Itu akan memastikan mereka semua diperlakukan secara adil dan memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti rugi penuh," sebut tim pengacara keluarga korban, Robert Clifford, Steven Marks dan Justin Green, dalam pernyataan gabungan.