Inggris Wajibkan Seluruh Petugas Kesehatan Divaksin COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 10 Nov 2021 04:15 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Inggris -

Petugas kesehatan di Inggris diharuskan menjalani vaksinasi COVID-19, kata Menteri Kesehatan Sajid Javid. Hal itu menjadi syarat wajib kerja bagi mereka yang berada di garis depan Layanan Kesehatan Nasional (NHS).

"Semua yang bekerja di NHS dan perawatan sosial harus divaksinasi. Kita harus menghindari bahaya yang dapat dicegah dan melindungi pasien di NHS, melindungi kolega di NHS dan tentu saja melindungi NHS itu sendiri," kata Javid kepada parlemen, dilansir dari reuters, Rabu (10/11/2021).

"Kami bermaksud menegakkan kewajiban ini dimulai pada 1 April," lanjutnya.

Langkah ini membuat Inggris mengikuti orang-orang seperti Prancis, Italia, dan beberapa negara bagian AS dalam memerintahkan petugas kesehatan untuk divaksinasi.

Javid mengatakan akan ada pengecualian bagi orang yang tidak dapat divaksinasi. Yakni karena alasan medis, dan bagi mereka yang tidak melakukan kontak tatap muka dengan pasien.

Langkah ini mengikuti keputusan serupa untuk membuat vaksin COVID-19 wajib bagi pekerja rumahan, yang mulai berlaku pada hari Kamis.

Ada sekitar 100.000 petugas kesehatan yang belum mendapatkan suntikan pertama, kata Javid.

"Tidak seorang pun di NHS atau perawatan yang saat ini tidak divaksinasi harus dikambinghitamkan, dipilih, atau dipermalukan," kata Javid.

"Ini tentang mendukung mereka untuk membuat pilihan positif untuk melindungi orang-orang yang rentan, untuk melindungi rekan kerja mereka dan, tentu saja, untuk melindungi diri mereka sendiri," lanjutnya.

Javid mengatakan konsultasi untuk tenaga kesehatan juga mempertimbangkan gagasan untuk membuat vaksin flu wajib. Dia mengatakan dia tidak akan memperkenalkan persyaratan untuk suntikan flu pada tahap ini, tetapi menambahkan opsi tetap terbuka.

Dominic Wilkinson, Profesor Etika Medis di Universitas Oxford, mengatakan bahwa fokus pada vaksinasi terlalu sederhana.

"Individu dengan bukti kekebalan alami yang cukup harus diberikan pengecualian medis untuk mandat vaksin yang ditempatkan pada pekerja rumah perawatan dan staf NHS," katanya.

Simak juga video 'Inggris Negara Pertama yang Gunakan Molnupiravir Sebagai Obat Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)