Dibui Seumur Hidup, Pelaku Teror Masjid Selandia Baru Pertimbangkan Banding

ADVERTISEMENT

Dibui Seumur Hidup, Pelaku Teror Masjid Selandia Baru Pertimbangkan Banding

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Nov 2021 13:34 WIB
CHRISTCHURCH, NEW ZEALAND - AUGUST 26: (EDITORS NOTE: Parts of this image have been pixelated at source to conceal the identity of the Police officers.) Christchurch mosque gunman Brenton Tarrant arrives for his sentencing hearing at Christchurch High Court on August 26, 2020 in Christchurch, New Zealand. Brenton Harrison Tarrant was found guilty of 92 charges relating to New Zealands worst mass shooting in history. The Australian was charged with 51 counts of murder and 40 of attempted murder as well as a engaging in a Terrorist Act after opening fire at Al Noor Mosque and the Linwood Islamic Centre in Christchurch on Friday, 15 March 2019. 50 people were killed, and dozens were injured while another man died later in hospital. (Photo by John Kirk-Anderson - Pool/Getty Images)
Brenton Tarrant (dok. Getty Images/Pool)
Wellington -

Brenton Tarrant, pelaku penembakan massal di masjid Christchurch, Selandia Baru, mempertimbangkan untuk mengajukan banding atas vonis penjara seumur hidup yang diterimanya. Tarrant berargumen bahwa pengakuan bersalah dalam persidangan disampaikan di bawah tekanan.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/11/2021), Tarrant yang mengklaim sebagai pendukung supremasi kulit putih ini mengaku bersalah atas 51 dakwaan pembunuhan, 40 dakwaan percobaan pembunuhan dan satu dakwaan terorisme tahun lalu.

Dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Ini menjadi pertama kalinya hukuman penjara seumur hidup sepenuhnya dijatuhkan di Selandia Baru.

Pengacara Tarrant, Tony Ellis, pada Senin (8/11) waktu setempat, menyatakan kliennya yang warga negara Australia ini mempertanyakan keputusannya untuk mengaku bersalah atas seluruh dakwaan. Tarrant (31) diketahui tidak menyampaikan pembelaan diri dalam persidangan kasusnya.

Dituturkan Ellis bahwa kliennya menyatakan bahwa pengakuan bersalah diberikannya di bawah tekanan karena dia mengalami 'perlakuan tidak manusiawi dan merendahkan martabat' saat dalam tahanan.

"Dia memutuskan bahwa jalan keluar paling sederhana adalah mengaku bersalah," ucap Ellis dalam pernyataan kepada Radio New Zealand.

Ellis dilaporkan menjadi pengacara Tarrant sebelum penyelidikan koroner terhadap penembakan brutal pada Maret 2019 dan menyarankan kliennya untuk menggunakan hak mengajukan banding.

"Dia dijatuhi hukuman lebih dari 25 tahun penjara, itu adalah hukuman tanpa harapan dan itu tidak diizinkan, itu adalah pelanggaran terhadap Deklarasi Hak-hak," tegasnya.

Lihat juga video 'Pelaku Teror Masjid London Divonis Bersalah':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT