Amerika Serikat Mendesak Warganya Segera Tinggalkan Etiopia

Dwi Andayani - detikNews
Sabtu, 06 Nov 2021 04:48 WIB
Sembilan Faksi Bersenjata Etiopia Bersatu Lawan PM Abiy Ahmed
Sembilan Faksi Bersenjata Etiopia Bersatu Lawan PM Abiy Ahmed (Foto: DW (News)
Jakarta -

Kedutaan Besar AS di Addis Ababa mendesak warga Amerika untuk meninggalkan Ethiopia sesegera mungkin. Hal ini karena kekhawatiran terkait sembilan kelompok yang memerangi pemerintah setempat bergabung.

Dilansir AFP, Sabtu (6/11/2021) kedutaan AS memperingatkan warganya terkait kondisi di Ethiopia. Ia juga mendesak warga AS yang berada di Ethiopia untuk segera meninggalkan negara tersebut.

"Lingkungan keamanan di Ethiopia sangat cair," tuturnya

Ini mendesak "warga yang berada di Ethiopia untuk meninggalkan negara itu sesegera mungkin," sambungnya.

Kekhawatiran atas konflik yang telah berlangsung selama satu tahun di negara itu meningkat setelah pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed mengumumkan keadaan darurat dan berjanji untuk terus meraih kemenangan dalam "perang eksistensial."

Peringatan itu muncul setelah beberapa kelompok termasuk Tigray People's Liberation Front (TPLF) -- terlibat konflik selama setahun dengan pemerintah -- dan Oromo Liberation Army (OLA) mengumumkan aliansi baru.

TPLF mengatakan pada hari Rabu bahwa para perjuangnya telah mencapai kota Kemissie di wilayah Amhara, 325 kilometer (200 mil) timur laut ibukota, dan menjalankan "operasi bersama" dengan OLA, yang memperkirakan Addis Ababa bisa jatuh dalam hitungan detik.

Diketahui dua kelompok pemberontak di Etiopia membenarkan pembentukan aliansi sembilan faksi, termasuk Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), pada Jumat (5/11). Kepada Reuters, kedua grup tersebut, Tentara Pembebasan Oromo (OLA) dan Gerakan Demokratik Agaw (ADM) di Amhara, mengatakan persekutuan itu disepakati untuk memaksakan transisi politik dan pergantian kekuasaan di Etiopia.

Selain ketiga kelompok etnis, pemberontak suku Gumuz juga dikabarkan ikut memadu aliansi yang akan diberi nama Front Persatuan Kekuatan Federal dan Konfederasi Etiopia itu. Mereka mengklaim ingin mengakhiri "kekuasaan Perdana Menteri Abiy Ahmed" terhadap "bangsa Etiopia,"

(dwia/dwia)