Presiden Meksiko Kecam Kemunafikan Peserta KTT COP26!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 04 Nov 2021 16:43 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (Foto: ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Jakarta -

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengecam para peserta KTT iklim COP26 atas "kemunafikan" mereka. Dia menuduh mereka gagal mengatasi akar penyebab krisis ini dan menyoroti penggunaan jet pribadi mereka.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (4/11/2021), para tokoh bisnis dan politik top dunia berkumpul di Glasgow minggu ini untuk COP26, yang bertujuan untuk menempa perjanjian iklim baru yang ambisius.

Namun, pemimpin sayap kiri Meksiko itu - juga dikenal sebagai AMLO - membandingkan KTT COP26 itu dengan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

"KTT ini mirip dengan yang ada di Davos," kata Lopez Obrador yang menggambarkan peserta WEF sebagai "teknokrat dan neoliberal." Lopez Obrador termasuk di antara para kepala negara yang memilih untuk tidak menghadiri COP26 di Glasgow.

Presiden Meksiko itu mengatakan bahwa negara-negara paling kuat di dunia "meningkatkan produksi bahan bakar mereka, pada saat yang sama mereka mengadakan pertemuan puncak untuk perlindungan lingkungan."

"Dan kemudian mereka tiba dengan pesawat pribadi," cetusnya.

"Cukup kemunafikan dan keisengan ini. Kita harus melawan ketidaksetaraan besar-besaran yang ada di dunia, itulah yang akan saya katakan kepada PBB," imbuhnya.

Lopez Obrador, yang hanya melakukan sedikit perjalanan ke luar negeri sejak menjabat pada 2018, akan melakukan perjalanan ke New York minggu depan saat Meksiko mengambil alih kursi kepresidenan Dewan Keamanan PBB.

"Jika kita ingin melindungi lingkungan, kita harus membuat keputusan, bertindak, dan tidak hanya berbicara," katanya.

Dia pun memuji keputusan Meksiko untuk menginvestasikan US$ 1,3 miliar per tahun dalam penghijauan kembali.

Program yang dikenal sebagai "Menabur Kehidupan" itu bertujuan untuk menciptakan 15.000 pekerjaan dengan menanam satu miliar pohon di 32 negara bagian Meksiko.

Simak Video: Greenpeace Indonesia Kritisi Pidato Jokowi di KTT COP26, Ada Apa?

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)