Bangladesh Tangkap 172 Orang Usai Pembunuhan Tokoh Rohingya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Nov 2021 15:23 WIB
Para pengungsi Rohingnya mulai mendapatkan suntik vaksin COVID-19 di kamp pengungsi Rohingya di Coxs Bazar, Bangladesh. Bangladesh memulai upaya vaksinasi COVID-19 untuk pengungsi Rohingya. Hampir 48.000 pengungsi Rohingya akan disuntik dengan bantuan badan-badan PBB.
Ilustrasi -- Kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh (dok. Getty Images)
Dhaka -

Kepolisian Bangladesh menangkap 172 warga Rohingya dalam beberapa pekan terakhir, setelah melakukan penindakan tegas terkait pembunuhan brutal pemimpin terkemuka Rohingya, Mohib Ullah.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/11/2021), Mohib Ullah ditembak mati pada akhir September lalu di salah satu kamp pengungsi Rohingya di dekat kota pelabuhan Cox's Bazar, yang menjadi tempat tinggal bagi 700.000 pengungsi etnis minoritas muslim Rohingya yang melarikan diri dari operasi militer Myanmar tahun 2017 lalu.

Mohib Ullah yang berusia 48 tahun dan berprofesi sebagai guru, mencuat sebagai advokat yang dihormati di kalangan pengungsi Rohingya. Namun beberapa pekan sebelum pembunuhannya, dia menjadi target serentetan ancaman pembunuhan dari kelompok militan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Di antara mereka yang ditangkap dalam beberapa pekan terakhir, terdapat 10 tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan Mohib Ullah.

"Perjuangan kami melawan para penjahat di kamp akan berlanjut," ucap komandan Batalion Polisi Bersenjata (APB), Naimul Haque.

Menurut pernyataan unit Haque, sekitar 114 orang lainnya yang ditangkap Kepolisian Bangladesh menyatakan diri mereka sebagai anggota ARSA.

Bangladesh secara rutin menyangkal adanya militan yang beroperasi di dalam kamp pengungsi Rohingya, dan mengklaim para pelaku kriminal yang terlibat tindak kekerasan bersenjata maupun perdagangan narkoba dengan menggunakan nama kelompok militan itu.

Tonton Video: Bentrok Berdarah 2 Kelompok Pengungsi Rohingya di Bangladesh

[Gambas:Video 20detik]