Pertemuan Manis Biden-Macron Usai Ribut Soal Kapal Selam Nuklir

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 30 Okt 2021 11:52 WIB
In this photo made available by the U.S. Navy, the guided-missile submarine USS Georgia transits the Strait of Hormuz in Persian Gulf, Monday, Dec. 21, 2020. The USS Georgia traversed the strategically vital waterway between Iran and the Arabian Peninsula on Monday, the U.S. Navy said, a rare announcement that comes amid rising tensions with Iran. (Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
ilustrasi kapal selam bertenaga nuklir AS (Foto: Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Joe Biden bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyusul ketegangan kedua negara terkait kesepakatan kapal selam bertenaga nuklir AS-Inggris-Australia. Ini merupakan pertemuan pertama bagi kedua pemimpin itu sejak pertikaian bulan lalu soal kesepakatan kapal selam baru, AUKUS, yang menyebabkan Australia membatalkan kesepakatan pembelian kapal selam Prancis.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Biden mengungkapkan penyesalannya.

"Apa yang terjadi adalah, menggunakan frasa bahasa Inggris, apa yang kami lakukan adalah canggung, itu tidak dilakukan dengan elegan," kata Biden kepada Macron di Roma, Italia di mana keduanya berkumpul untuk mengikuti KTT G20, seperti diberitakan kantor berita AFP, Sabtu (30/10/2021).

"Saya mendapat kesan bahwa Prancis telah diberitahu jauh sebelumnya, bahwa kesepakatan (Prancis dengan Australia) tidak akan tercapai," tutur pemimpin Amerika itu.

Biden pun menyebut Prancis sebagai mitra yang sangat dihargai. "Kami tidak memiliki sekutu yang lebih baik daripada Prancis," katanya.

Itu adalah tanda penyesalan paling jelas dari AS sejak dimulainya pertikaian diplomatik, yang membuat Prancis menarik duta besarnya dari Washington dan Canberra.

Macron pun menyambut baik upaya AS untuk meredakan krisis, dengan mengatakan: "Yang benar-benar penting sekarang adalah apa yang akan kita lakukan bersama dalam beberapa minggu mendatang, beberapa bulan mendatang, tahun-tahun mendatang."

Simak juga 'Kesal Proyek Kapal Selam Batal, Prancis Tarik Dubes AS-Australia':

[Gambas:Video 20detik]