Menlu China Sebut Taliban Sangat Ingin Berdialog dengan Dunia

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 19:00 WIB
FILE - In this Oct. 20, 2021, file photo, Chinese Foreign Minister Wang Yi speaks during a promotional event for Tibet at the Ministry of Foreign Affairs in Beijing. Wang will meet with Taliban representatives during a trip this week to the Persian Gulf nation of Qatar, an official said Monday, Oct. 25, 2021. (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi (AP Photo/Mark Schiefelbein, File)
Beijing -

Menteri Luar Negeri (Menlu) China, Wang Yi, mengungkapkan bahwa Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan sangat ingin berdialog dengan seluruh dunia. Wang Yi juga menyerukan agar komunitas internasional membantu Afghanistan dalam pembangunannya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (27/10/2021), pernyataan itu disampaikan Wang Yi dalam pidato yang disiarkan via video link ke sebuah konferensi di Iran pada Rabu (27/10) waktu setempat. Pekan ini, Wang Yi diketahui bertemu dengan delegasi pemerintahan Taliban dalam kunjungan terbarunya ke Qatar.

Dalam pidatonya pada konferensi di Iran, Wang Yi menyatakan China siap untuk menjadi tuan rumah bagi pembicaraan lebih lanjut antara Afghanistan dengan negara-negara tetangganya di masa mendatang.

"Taliban sangat ingin berdialog dengan dunia ... China akan menjadi tuan rumah bagi pertemuan ketiga dengan negara-negara tetangga Afghanistan pada waktu yang tepat," ucap Wang Yi dalam pidatonya yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional Iran.

Pertemuan antara Afghanistan dengan negara-negara tetangganya dihadiri secara langsung oleh para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan, dengan China dan Rusia turut berpartisipasi via video link.

Pertemuan itu menyusul konferensi serupa yang melibatkan negara-negara tetangga Afghanistan pada September lalu, dengan Pakistan sebagai tuan rumah. Pertemuan semacam itu bertujuan untuk mewujudkan perdamaian yang tahan lama di Afghanistan.

China diketahui memberikan tanda damai kepada Taliban sejak kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan usai pasukan asing, termasuk Amerika Serikat (AS), ditarik pulang pada Agustus lalu.