Serangan Siber Lumpuhkan Pom Bensin di Iran, Picu Antrean Panjang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 16:55 WIB
Cars wait in line to fill up at a gas station because pumps machines are out of service, in Tehran, Iran, Tuesday, Oct. 26, 2021. Gas stations across Iran on Tuesday suffered a widespread outage of a system that allows consumers to buy fuel with a government-issued card, stopping sales. One semiofficial news agency referred to the incident as a cyberattack. (AP Photo/Vahid Salemi)
Antrean panjang kendaraan di salah satu pom bensin di Iran usai terjadi serangan siber (AP Photo/Vahid Salemi)

Kantor berita ISNA, yang pertama menyebut insiden itu sebagai serangan siber, melaporkan bahwa orang-orang yang berusaha membeli bahan bakar dengan kartu elektronik yang diterbitkan pemerintah via mesin justru menerima pesan berbunyi 'cyberattack 64411'. Kebanyakan warga Iran bergabung pada subsidi bahan bakar untuk kendaraan mereka, terutama di tengah memburuknya perekonomian.

Sementara kantor berita ISNA tidak menyadari signifikansi angka tersebut, diketahui bahwa angka itu terkait dengan saluran hotline pada kantor Khamenei yang menangani pertanyaan soal hukum Islam. ISNA kemudian menghapus laporannya itu dan mengklaim pihaknya juga telah diretas.

Saluran satelit berbahasa Farsi di luar negeri mempublikasikan sejumlah video yang tampaknya direkam oleh pengendara di Isfahan, salah satu kota besar di Iran. Video itu menunjukkan sebuah papan iklan elektronik yang bertuliskan: "Khamenei! Di mana bahan bakar kami?"

Sebuah papan iklan lainnya bertuliskan: "Bahan bakar gratis di pom bensin Jamaran." Jamaran merujuk pada kampung halaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa para pejabat Kementerian Perminyakan tengah menggelar 'rapat darurat' untuk mengatasi persoalan ini. Beberapa pom bensin di Iran yang hanya menerima uang tunai dan tidak masuk jaringan bahan bakar bersubsidi masih beroperasi normal.

Penggunaan nomor '64411' mencerminkan serangan siber pada Juli lalu yang menargetkan sistem perkeretaapian Iran yang juga menampilkan angka itu dalam sistemnya. Perusahaan keamanan siber Israel bernama Check Point kemudian mengaitkan serangan siber pada jaringan kereta Iran itu dengan sekelompok peretas yang menyebut diri mereka 'Indra', yang diambil dari nama Dewa Perang dalam ajaran Hindu.

Indra sebelumnya diketahui menargetkan beberapa perusahaan di Suriah, di mana Presiden Bashar al-Assad berkuasa melalui intervensi Iran dalam konflik yang pecah di negaranya.


(nvc/ita)