Australia Setujui Pemberian Vaksin Booster untuk 18 Tahun ke Atas

Mutia Safira - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 11:11 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Jakarta -

Pemerintah Australia pada Rabu (27/10) menyetujui suntikan booster (penguat) vaksin COVID-19 untuk warga berusia 18 tahun ke atas, dengan dosis ketiga vaksin akan ditawarkan kepada seluruh masyarakat bulan depan.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (27/10/2021), otoritas regulator Australia, Administrasi Barang Terapi (TGA) menyatakan telah memberikan persetujuan sementara untuk satu dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang dijadikan vaksin booster pada orang-orang dewasa.

"Persetujuan sementara berarti bahwa individu yang berusia 18 tahun ke atas dapat menerima booster (dosis ketiga), setidaknya enam bulan setelah dosis-dosis primer vaksin COVID-19," ujar badan itu.

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt, mengatakan program booster untuk seluruh populasi akan dimulai paling lambat 8 November, dengan persetujuan dari badan penasihat imunisasi nasional.

"Kita akan memulai dengan para lansia dan disabilitas sebagai prioritas," ucapnya pada para wartawan di Canberra, ibu kota Australia.

Lebih lanjut Hunt menambahkan bahwa vaksin booster universal akan tersedia bagi siapa saja yang telah menerima dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech, Oxford/AstraZeneca atau Moderna.

Australia sejauh ini telah memberikan dua dosis vaksin pada sebanyak 74 persen populasinya yang berusia di atas 16 tahun, dengan 87 persen telah menerima satu dosis.

Sebelumnya, pada awal Oktober lalu, suntikan booster sudah tersedia bagi orang-orang dengan gangguan kekebalan yang parah.

Simak juga video 'Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)