Israel Akan Bangun Permukiman Baru di Tepi Barat, AS Sangat Prihatin!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 08:44 WIB
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan sangat prihatin akan keputusan Israel untuk membangun permukiman baru di Tepi Barat. AS menyatakan akan "sangat menentang" ekspansi semacam itu di tanah Palestina yang diduduki.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/10/2021), kritik oleh pemerintahan Presiden Joe Biden tersebut terhadap Israel termasuk yang terkuat dalam beberapa tahun setelah pemimpin AS sebelumnya Donald Trump memberikan restunya untuk permukiman Yahudi dan aneksasi.

"Kami sangat prihatin dengan rencana pemerintah Israel untuk mengembangkan ribuan unit permukiman," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Ned Price kepada wartawan.

"Kami sangat menentang perluasan permukiman, yang sama sekali tidak konsisten dengan upaya untuk menurunkan ketegangan dan untuk menjamin ketenangan, dan itu merusak prospek solusi dua negara," imbuhnya.

"Kami juga memandang rencana untuk legalisasi retroaktif pos-pos ilegal sebagai hal yang tidak dapat diterima," tandasnya.

Price tidak menyebut apakah keputusan itu akan membahayakan hubungan dengan Israel, tetapi mengatakan bahwa Amerika Serikat membahas masalah ini dengan sekutu dekatnya tersebut.

Sebelumnya pada hari Minggu (24/10) waktu setempat, Kementerian Perumahan dan Konstruksi Israel di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett, seorang sayap kanan yang dekat dengan gerakan permukiman yang memimpin koalisi dengan kaum sentris, mengumumkan tender untuk 1.355 rumah di Tepi Barat, yang telah diduduki oleh Israel sejak Perang Enam Hari 1967i.

Perdana Menteri PalestinaMohammed Shtayyeh mengecam rencana Israel tersebut dan mendesak Washington untuk "menghadapi" Israel dalam "agresinya" melalui permukiman.

(ita/ita)