Rusia Serukan Barat Terlibat dengan Taliban, Ingatkan Terorisme-Narkoba

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 13:29 WIB
Usai kuasai Afghanistan, Taliban kini hadapi ancaman serangan Islamic State Khorasan (IS-K). serangan demi serangan pun telah dilakukan IS-K di Afghanistan.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Moskow -

Rusia menyerukan negara-negara Barat untuk terlibat dengan Taliban yang kini berkuasa di Afghanistan. Pemerintah Rusia juga menyerukan agar negara-negara Uni Eropa membuka kembali Kedutaan Besar di Afghanistan.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/10/2021), otoritas Rusia dalam pernyataannya memperingatkan bahwa Afghanistan berisiko semakin terjerumus lebih jauh ke dalam perdagangan narkoba dan terorisme.

Seruan itu disampaikan setelah Moskow pekan lalu menjadi tuan rumah perundingan internasional yang juga dihadiri pemerintahan Taliban. Dalam pertemuan itu, Taliban sepakat untuk bekerja sama dengan Rusia, China dan Iran dalam isu keamanan regional.

Berbicara kepada wartawan pada Senin (25/10) waktu setempat, Utusan Kepresidenan Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, menyebut bahwa Uni Eropa akan tepat jika membuka kembali misi diplomatiknya di Afghanistan.

"Mitra-mitra Eropa tidak seharusnya meninggalkan Afghanistan," ucap Kabulov, sembari menambahkan bahwa sudah 'saatnya' bagi para diplomat Eropa untuk kembali ke Afghanistan.

Dia menyerukan kepada negara-negara Barat untuk terlibat dengan Taliban dalam mencegah Afghanistan jatuh ke dalam kekacauan dan memperingatkan bahwa upaya-upaya untuk memutus penyaluran bantuan akan 'benar-benar kontraproduktif'.

Lebih lanjut, Kabulov juga memperingatkan bahwa rakyat Afghanistan tidak bisa mengandalkan perdagangan narkoba, terorisme dan penyelundupan senjata dalam upaya bertahan hidup. Dia juga menekankan adanya 'sejumlah besar senjata' yang ditinggalkan oleh pasukan NATO di Afghanistan.

"Jika Barat menginginkan ini, maka mereka berada di jalur yang benar," sebutnya.