Wanita Jerman Terkait ISIS Diadili Atas Pembunuhan Bocah Yazidi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 13:58 WIB
A member of the US-backed Syrian Democratic Forces removes an Islamic State group flag in the town of Tabqa, near Syrias Raqa, on April 30, 2017 (AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Ilustrasi bendera ISIS (dok. AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)

Suami Wenisch, Taha al-Jumailly, juga menghadapi persidangan terpisah di kota Frankfurt, di mana vonis akan dijatuhkan pada akhir November mendatang.

Ibunda bocah Yazidi itu, yang diidentifikasi sebagai Nora, berulang kali memberikan testimoni dalam persidangan di Munich maupun Frankfut soal tragedi yang menimpa anaknya. Namun pengacara terdakwa menyebut klaimnya tidak bisa dipercaya dan tidak ada bukti yang menunjukkan bocah Yazidi itu benar-benar meninggal.

Ketika ditanya dalam persidangan soal kegagalannya menyelamatkan bocah Yazidi itu, Wenisch menyebut dirinya 'takut' bahwa suaminya akan 'menyerangnya atau menyekapnya'.

Menurut laporan media, Wenisch bepergian ke Irak via Turki dan Suriah tahun 2014 untuk kemudian bergabung dengan ISIS. Pertengahan tahun 2015, dia bergabung dengan polisi moral ISIS dan berpatroli di Fallujah dan Mosul yang dikuasai ISIS.

Pada Januari 2016, dia mengunjungi Kedutaan Besar Jerman di Ankara untuk mengajukan surat identitas baru. Ketika meninggalkan kedutaan, dia ditangkap dan diekstradisi ke Jerman beberapa hari kemudian.


(nvc/ita)