Wanita Jerman Terkait ISIS Diadili Atas Pembunuhan Bocah Yazidi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 13:58 WIB
A member of the US-backed Syrian Democratic Forces removes an Islamic State group flag in the town of Tabqa, near Syrias Raqa, on April 30, 2017 (AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Ilustrasi bendera ISIS (dok. AFP Photo/DELIL SOULEIMAN)
Berlin -

Seorang wanita Jerman yang telah bergabung dengan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), diadili karena membiarkan seorang bocah perempuan Yazidi berusia 5 tahun yang dijadikan 'budak', tewas kehausan di bawah terik matahari.

Pengadilan Munich di Jerman akan menjatuhkan putusan apakah wanita Jerman yang menikah dengan militan ISIS itu bersalah terkait kematian bocah Yazidi tersebut saat dia tinggal di Irak.

Seperti dilansir AFP, Senin (25/10/2021), Jennifer Wenisch (30) terancam hukuman maksimum penjara seumur hidup, jika dinyatakan bersalah atas dakwaan melakukan pembunuhan dan dakwaan pembunuhan sebagai kejahatan perang.

Wenisch juga dijerat dakwaan bergabung dengan organisasi teroris dan melanggar Undang-undang Pengendalian Senjata Perang Jerman.

Jaksa-jaksa Jerman menuduh jaksa Wenisch dan suaminya yang militan ISIS telah 'membeli' seorang wanita Yazidi dan anaknya sebagai 'budak' rumah tangga yang mereka tawan saat mereka tinggal di Mosul, Irak, tahun 2015.

"Setelah anak itu jatuh sakit dan mengompol di kasurnya, suami terdakwa merantainya di luar sebagai hukuman dan membiarkan anak itu tewas kehausan di tengah terik yang menyengat," demikian penggalan dakwaan jaksa setempat.

"Terdakwa membiarkan suaminya melakukan itu dan tidak melakukan apa pun untuk menyelamatkan anak itu," imbuh dakwaan tersebut.