Lebih dari 90 Pemberontak Yaman Tewas dalam Serangan Dekat Marib

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 00:14 WIB
Operasi militer pimpinan Arab Saudi melawan pemberontak Houthi di Yaman telah terjadi lebih dari enam tahun terakhir.
Ilustrasi (Getty Images)
Riyadh -

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang bertempur di Yaman mengatakan telah menewaskan sedikitnya 92 pemberontak Houthi. Hal tersebut terjadi dalam serangan udara di dua distrik dekat Kota Marib.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (23/10/2021), menurut koalisi kematian tersebut adalah yang terbaru di antara ratusan yang telah tewas dalam pertempuran baru-baru ini di sekitar Marib, dan terjadi selama minggu kedua pengeboman hebat.

"Operasi menargetkan 16 kendaraan militer dan menewaskan lebih dari 92 elemen teroris", kata koalisi dalam sebuah pernyataan, yang disiarkan oleh Saudi Press Agency.

Houthi yang didukung Iran jarang mengomentari kerugian, dan jumlahnya tidak dapat diverifikasi secara independen oleh AFP. Koalisi selama dua minggu terakhir melaporkan serangan hampir setiap hari di sekitar Marib.

Sebagian besar serangan yang diumumkan sebelumnya terjadi di Abdiya, sekitar 100 kilometer (60 mil) dari Marib--benteng terakhir pemerintah yang diakui secara internasional di Yaman utara yang kaya minyak.

Serangan udara terbaru dilaporkan terjadi di distrik Al-Jawba, sekitar 50 kilometer selatan Marib, dan Al-Kassara, 30 kilometer barat laut.

Houthi memulai dorongan besar untuk merebut Marib pada bulan Februari, dan telah memperbarui serangan mereka sejak September setelah jeda.

Perang saudara Yaman dimulai pada tahun 2014 ketika Houthi merebut Sanaa, 120 kilometer barat Marib, mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan untuk menopang pemerintah pada tahun berikutnya.

Puluhan ribu orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi, dalam apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu menyerukan 'de-eskalasi' di Yaman, dalam sebuah pernyataan yang diadopsi dengan suara bulat untuk melawan 'risiko yang meningkat dari kelaparan skala besar' di negara itu.

(rfs/rfs)