116 Orang Tewas Akibat Banjir-Longsor di India dan Nepal

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 14:02 WIB
Submerged cars are seen at a flooded hotel resort as extreme rainfall caused the Kosi River to overflow at the Jim Corbett National Park in Uttarakhand, India, Tuesday, Oct. 19, 2021. More than 20 people have died and many are missing in floods triggered by heavy rains in the northern Indian state of Uttarakhand, officials said Tuesday. (AP Photo/Mustafa Quraishi)
Banjir merendam mobil-mobil yang diparkir di sebuah hotel di Uttarakhand, India (AP Photo/Mustafa Quraishi)
New Delhi -

Lebih dari 100 orang meninggal dalam beberapa hari terakhir akibat banjir dan tanah longsor yang menerjang jalanan dan rumah-rumah di wilayah India dan Nepal. Puluhan orang lainnya dilaporkan masih hilang di kedua negara bertetangga itu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (20/10/2021), otoritas Uttarakhand, India bagian utara, menuturkan bahwa 46 orang tewas dalam beberapa hari terakhir, dengan 11 orang lainnya hilang. Sedangkan di Kerala, Kepala Menteri Pinarayi Wijayan, menyebut sedikitnya 39 orang tewas.

Sekitar 30 orang di antaranya di Uttarakhand tewas dalam tujuh insiden terpisah di kawasan Naitial, pada Selasa (19/10) waktu setempat, setelah hujan sangat lebah memicu longsor dan menghancurkan sejumlah bangunan.

Pejabat setempat, Pradeep Jain, menuturkan kepada AFP bahwa lima korban tewas di antaranya berasal dari satu keluarga yang rumahnya tertimbun longsor.

Tanah longsor lainnya menerjang distrik Alomra dan menewaskan lima orang setelah bebatuan besar dan lumpur menghancurkan rumah mereka. Sementara di dua distrik terpencil di wilayah Himalaya, sedikitnya enam orang tewas pada Senin (18/10) waktu setempat.

Departemen Meteorologi India memperpanjang dan memperluas peringatan cuaca buruk pada Selasa (19/10) waktu setempat, yang memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah tersebut. Disebutkan bahwa beberapa area diguyur hujan dengan curah lebih dari 400 milimeter yang memicu banjir dan longsor.

Otoritas India memerintahkan penutupan sementara sekolah-sekolah dan melarang aktivitas keagamaan dan wisata di wilayah itu.