Penculik Misionaris AS-Kanada di Haiti Minta Tebusan Rp 14 M Per Orang

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 11:43 WIB
Kasus penculikan masih terus terjadi di Haiti. Belum lama ini dilaporkan sejumlah misionaris Amerika Serikat dan anak-anak diculik anggota geng di Haiti.
Aparat penegak hukum di Haiti (dok. AP Photo)
Port-au-Prince -

Geng kriminal di Haiti yang menculik sekelompok misionaris asal Amerika Serikat (AS) dan Kanada meminta uang tebusan sebesar US$ 1 juta (Rp 14 miliar) untuk masing-masing orang. Ini berarti penculik meminta uang tebusan total US$ 17 juta (Rp 239 miliar) untuk seluruh misionaris yang diculik sejak akhir pekan lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/10/2021), Menteri Kehakiman Haiti, Liszt Quitel, menuturkan kepada Reuters bahwa pembicaraan tengah berlangsung dengan para penculik untuk mengupayakan pembebasan 17 misionaris AS dan Kanada yang diculik oleh geng kriminal bernama 400 Mawozo itu.

Quitel mengonfirmasi besaran uang tebusan yang diminta penculik. Uang tebusan itu pertama dilaporkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ).

"Mereka meminta US$ 1 juta per orang," ucap Quitel kepada Reuters.

Media terkemuka AS lainnya, CNN, sebelumnya melaporkan bahwa para penculik telah menghubungi Christian Aid Ministries, organisasi tempat korban bernaung, pada Sabtu (16/10) lalu dan segera melontarkan besaran uang tebusan yang diminta untuk pembebasan mereka.

Dituturkan Quitel bahwa Kepolisian Haiti dan Biro Investigasi Federal AS (FBI) membantu organisasi itu dalam negosiasi dengan penculik. Sejak penculikan terjadi, menurut Quitel, beberapa kali percakapan telepon telah dilakukan antara penculik dengan organisasi tersebut.

Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio, AS, ini menyerukan doa untuk 'otoritas sipil Haiti dan Amerika yang bekerja menyelesaikan situasi ini'.