Pembocor Video Pemerkosaan di Penjara Rusia Minta Suaka ke Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 17:42 WIB
Whistleblower Savelyev says he was stunned by the violence he witnessed in jail (Ursula HYZY/AFP)
Sergei Savelyev (Ursula HYZY/AFP)
Paris -

Seorang mantan narapidana yang membocorkan video dugaan pemerkosaan dan penyiksaan narapidana lainnya di dalam penjara Rusia, menyatakan kini tengah mencari suaka di Prancis.

Seperti dilansir AFP, Selasa (19/10/2021), Sergei Savelyev yang kelahiran Belarus ini melarikan diri usai dibebaskan dari sebuah penjara di kota Saratov, Rusia, pada Februari lalu, karena khawatir akan penculikan bahkan pembunuhan. Dia dipenjara selama 7,5 tahun di Rusia atas dakwaan penyelundupan narkoba.

Pengacaranya, Aude Rimailho, menuturkan kepada AFP pada Senin (18/10) waktu setempat bahwa kliennya 'diberi izin untuk masuk wilayah Prancis untuk mengajukan permohonan suaka dalam waktu delapan hari'.

Diketahui bahwa Savalyev menyelundupkan rekaman video mengejutkan yang menunjukkan dugaan penganiayaan, penyiksaan dan pemerkosaan di beberapa penjara Rusia. Salah satu video menunjukkan pemerkosaan terhadap narapidana laki-laki, sedangkan beberapa video lainnya menunjukkan sejumlah narapidana mengencingi narapidana lainnya.

Beberapa video mengerikan itu -- dia menyelundupkan lebih dari 1.000 video secara total -- bahkan telah dipublikasikan oleh sebuah kelompok pejuang hak asasi manusia (HAM) Rusia, yang memicu penyelidikan resmi dan pemecatan sejumlah pejabat Rusia.

Penyiksaan dan kekerasan seksual terhadap narapidana telah sejak lama terjadi secara sistemik di sistem penjara Rusia, namun kelompok pemantau penjara menyebut kemunculan video-video itu semakin menyingkap tabir soal pelanggaran semacam itu.

Berbicara secara eksklusif terhadap AFP, Savelyev mengakui dirinya tidak punya pilihan lain selain mengungkapkannya ke publik.

"Secara psikologis, sangat sulit untuk menyimpan hal-hal semacam ini untuk diri Anda sendiri. Apa lagi yang bisa Anda lakukan setelah Anda tahu?" ucap Savelyev yang berusia 31 tahun ini saat berbicara kepada AFP di Bandara Charles de Gaulle, Paris, pada Minggu (17/10) waktu setempat.