Vaksin Lambat, Anak-anak Picu Lonjakan Kasus COVID-19 di Inggris

Mutia Safira - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 15:44 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7
Jakarta -

Penyebaran kasus COVID-19 di kalangan anak-anak di Inggris memicu peningkatan kasus nasional baru-baru ini. Tren ini menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa ilmuwan bahwa vaksin yang didistribusikan di sekolah terlalu lambat, sehingga dapat mempertaruhkan kesejahteraan anak-anak dan orang dewasa.

Dilansir dari Reuters, Selasa (19/10/2021), kasus COVID-19 di Inggris secara keseluruhan jauh lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa lainnya dan terus mengalami peningkatan.

Pada hari Jumat (15/10), salah satu survei menunjukkan prevalensi kasus berada pada tingkat tertinggi sejak Januari, dengan 8 persen anak sekolah menengah terinfeksi virus Corona.

Tingkat vaksinasi untuk kelompok usia rentan di Inggris tertinggal dibandingkan banyak negara Eropa dan bahkan Skotlandia, yang oleh beberapa ilmuwan dikaitkan dengan campuran vaksin untuk anak-anak, yang mulai terlambat dan ketidakfleksibelan dengan pendistribusian.

"Kekhawatiran saat ini adalah jelas bahwa program vaksinasi pada anak berusia 12 hingga 15 tahun tidak berjalan dengan baik," ungkap Lawrence Young, ahli virus di Universitas Warwick. Dia menambahkan bahwa penyebaran virus lain dapat menyebabkan "badai sempurna" di musim dingin untuk Layanan Kesehatan Nasional (NHS), jika kasus menyebar ke orang dewasa yang lebih tua maupun lebih rentan.

"Itu semua berarti tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk NHS yang kewalahan... maka kekhawatirannya adalah bahwa musim gugur dan musim dingin akan menjadi sangat, sangat berantakan," ujarnya.

Bulan lalu, kepala petugas medis Inggris merekomendasikan agar anak-anak berusia 12 hingga 15 tahun perlu ditawari vaksin COVID-19 untuk membantu mengurangi gangguan atau hambatan pada pendidikan mereka. Tetapi, dengan anak-anak dan guru kehilangan waktu sekolah karena tertular virus Corona, beberapa orang percaya bahwa distribusinya terlambat dimulai.

Layanan kesehatan menetapkan target untuk menawarkan semua anak-anak vaksinasi pada liburan paruh waktu sekolah, yang dimulai minggu depan.

Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan bahwa 28,8 persen anak-anak berusia 12-17 telah menerima vaksin COVID-19.

Simak video 'Diamuk Varian Delta, Inggris Cetak Rekor Covid-19 Harian Tertinggi':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)