Tak Mau Divaksin, Puluhan Polisi Australia Terancam Dipecat

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 14:50 WIB
Sedikitnya 74 orang ditangkap dalam unjuk rasa anti-lockdown virus Corona (COVID-19) yang digelar di Melbourne, Australia.
Ilustrasi (dok. Getty Images/Darrian Traynor)
Victoria -

Sedikitnya 43 polisi di negara bagian Victoria, Australia, dinonaktifkan dari tugas dan terancam dipecat setelah gagal mematuhi aturan wajib divaksin virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir CNN, Selasa (19/102/2021), di bawah aturan hukum yang berlaku di Victoria, semua pekerja urusan darurat termasuk polisi memiliki batas waktu 15 Oktober untuk membooking jadwal vaksinasi dan harus menerima setidaknya satu dosis vaksin Corona pada Jumat (22/10) waktu setempat.

Dalam pernyataan kepada CNN, Kepolisian Victoria mengungkapkan ada 34 polisi dan 9 petugas keamanan publik yang 'tidak mematuhi arahan vaksinasi'. Total 43 polisi itu telah ditangguhkan dari dinas aktif, sembari mereka diselidiki oleh Komando Standar Profesional negara bagian Victoria.

Tindakan disipliner selanjutnya yang bisa dijatuhkan terhadap puluhan polisi itu mencakup pemberhentian. Namun jika mereka bisa membuktikan bahwa mereka tidak bisa divaksinasi 'karena masalah medis' mereka akan mendapat pengecualian.

Pekerjaan lainnya yang diwajibkan untuk divaksinasi Corona di negara bagian Victoria pekerja bandara, petugas pernikahan dan petugas pemakaman. Badan-badan publik di negara bagian lainnya di Australia juga menerapkan aturan yang sama, termasuk Kepolisian New South Wales.

Negara bagian Victoria akan keluar dari situasi lockdown panjang selama tiga bulan, setelah Premier Daniel Andrews menyatakan target vaksinasi penuh sebesar 70 persen untuk warga berusia di atas 16 tahun di negara bagian itu berhasil dipenuh lebih awal.

Mulai Jumat (22/10) mendatang, jam malam akan dicabut dan kebebasan pergerakan dikembalikan di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia. Sementara maksimum 10 orang diperbolehkan mengunjungi rumah-rumah, kemudian pertokoan dan restoran bisa buka kembali dengan kapasitas terbatas.