Parlemen Inggris Beri Penghormatan Terakhir untuk Politikus Tewas Ditikam

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Okt 2021 16:46 WIB
Flowers are placed as a tribute in Parliament Square following Fridays death of member of Parliament David Amess in Leigh-on-Sea, Essex, in London, Saturday, Oct. 16, 2021. Leaders from across the political spectrum came together Saturday to pay tribute to a long-serving British lawmaker who was stabbed to death in what police have described as a terrorist incident. (Aaron Chown/PA via AP)
Karangan bunga untuk menghormati mendiang David Amess diletakkan di alun-alun Gedung Parlemen Inggris (Aaron Chown/PA via AP)
London -

Para anggota parlemen Inggris memberikan penghormatan terhadap kolega mereka, David Amess, yang tewas ditikam saat menemui konstituennya. Sementara kepolisian antiterorisme Inggris masih menyelidiki apakah tersangka yang ditangkap dimotivasi oleh ekstremisme Islamis.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/10/2021), Amess (69) yang merupakan anggota parlemen veteran dari Partai Konservatif tewas ditikam pada Jumat (15/10) waktu setempat, saat menemui konstituennya di sebuah gereja di wilayah Leigh-on-Sea, sebelah timur London.

Insiden semacam ini merupakan tindak penyerangan kedua terhadap anggota parlemen Inggris dalam lima tahun terakhir.

Kepolisian setempat telah menangkap seorang pria berusia 25 tahun di bawah Undang-undang (UU) Terorisme, yang mengizinkan polisi memperpanjang penahanannya untuk keperluan interogasi hingga Jumat (22/10) mendatang. Tersangka belum dijerat dakwaan apapun sejauh ini.

Parlemen Inggris, yang kembali menggelar rapat setelah reses selama tiga pekan, akan menggelar sesi khusus pada Senin (18/10) sore waktu setempat ketika para anggota parlemen dari seluruh spektrum politik akan memberikan penghormatan terhadap mendiang Amess.

Sosok Amess yang sudah veteran ini dipuji atas kesopanan dan kerja konstituennya yang tidak kenal lelah.

"Yang benar-benar mendefinisikan dia adalah, bahkan ketika dia tidak setuju dengan orang-orang, ada semangat kemurahan hati," ucap Wakil Perdana Menteri (PM) Inggris, Dominic Raab, kepada radio BBC.