10 Warga Afghanistan Tewas Akibat Drone, AS Beri Kompensasi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 16 Okt 2021 12:19 WIB
A destroyed vehicle is seen inside a house after a U.S. drone strike in Kabul, Afghanistan, Sunday, Aug. 29, 2021. A U.S. drone strike destroyed a vehicle carrying
kondisi kendaraan yang menjadi target drone AS (Foto: AP Photo/Khwaja Tawfiq Sediqi)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat telah menawarkan untuk membayar kompensasi kepada keluarga dari 10 orang di Afghanistan, termasuk tujuh anak yang terbunuh secara tidak sengaja, dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS ketika pasukan Amerika menyelesaikan penarikan mereka.

Tidak disebutkan berapa jumlah kompensasi yang diberikan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (16/10/2021), dalam sebuah pernyataan, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon juga mengatakan sedang bekerja dengan Departemen Luar Negeri untuk merelokasi ke Amerika Serikat salah satu kerabat yang ingin meninggalkan Afghanistan, yang dikuasai Taliban.

Pentagon menyatakan, tawaran untuk memberikan kompensasi ini disampaikan pada Kamis (14/10) malam waktu setempat dalam pertemuan antara Colin Kahl, Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, dan Steven Kwon, pendiri dan presiden kelompok bantuan yang aktif di Afghanistan, Nutrition and Education International.

Organisasi itu mempekerjakan Ezmarai Ahmadi, yang keliru diidentifikasi sebagai militan ISIS oleh intelijen AS pada 29 Agustus lalu, selama hari-hari terakhir evakuasi AS yang kacau dari Kabul, ibu kota Afghanistan.

Intelijen AS melacak Toyota putihnya selama delapan jam sebelum menargetkan mobil itu dengan rudal, menewaskan tujuh anak dan tiga orang dewasa, termasuk Ahmadi.

Komandan Komando Pusat AS, Jenderal Kenneth McKenzie mengatakan pada saat itu bahwa intelijen Amerika telah melihat kendaraan itu di sebuah lokasi di Kabul, yang telah diidentifikasi sebagai lokasi di mana para operator ISIS diyakini sedang mempersiapkan serangan di bandara Kabul.

Tiga hari sebelumnya, seorang pengebom bunuh diri ISIS-Khorasan telah membunuh banyak orang di bandara, termasuk 13 anggota militer AS.

Simak juga 'Taliban Hindari Komitmen soal Hak Pendidikan Anak Perempuan':

[Gambas:Video 20detik]