Round-Up

Memelas Nasib TKI Jadi Korban Kekerasan Staf KJRI Dibongkar Media AS

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Okt 2021 05:00 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi kekerasan pada perempuan (Edi Wahyono/detikcom)

Sri Mengaku Diintimidasi

Setibanya di AS, Sri bekerja siang dan malam tanpa libur, masih menurut dokumen T-visa serta wawancara dengan tiga teman Sri dan seorang aktivis anti-perdagangan manusia asal Indonesia yang membantu Sri bertahun-tahun kemudian. Sri menuturkan bahwa dirinya kadang-kadang diberi upah US$ 50 hingga US$ 100 lebih dalam sebulan.

Semua ini dilakukannya sambil menanggung pelecehan verbal dan ancaman dari majikannya dan suami majikannya. Sri bercerita tentang emosi suami majikannya kerap meledak-ledak.

Sri juga pernah mendapat kekerasan secara verbal, bahkan pernah melemparkan remote control hingga mengenai kepalanya. Ketika Sri ingin pergi, sang majikan mengancam akan menjebloskannya ke penjara jika tanpa izin mereka.

Sri juga menyampaikan majikannya menakut-nakuti dengan menceritakan di AS banyak kasus penembakan massal dan anggota geng yang suka menculik wanita yang sendirian untuk dijual menjadi budak seks. Ketergantungan Sri pada majikannya, bukan hanya karena pekerjaan tapi juga status hukumnya, telah mengurungnya.

Hingga akhirnya dia menemukan paspornya yang disembunyikan majikannya. Saat itu Sri sendirian di rumah.

Usai melihat paspornya, dia menyadari visanya sudah kedaluwarsa.

Sri menuturkan dirinya sudah tiga tahun lebih meminta kepada majikannya untuk bisa melihat paspornya, karena khawatir jika visanya kedaluwarsa. Jika hal itu terjadi maka Sri terancam dideportasi, bahkan dilarang kembali ke AS.

Namun saat itu, menurut Sri, majikannya meyakinkannya bahwa perpanjangan visanya masih diproses. Menyadari visanya sudah kedaluwarsa dan tampaknya tidak diperpanjang, Sri marah dan memutuskan mengambil paspornya itu.

Sri Luntang-lantung di LA

Pada Juli 2007, Sri memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah majikannya, tanpa membawa uang dan tanpa rencana. Sri berkeliaran di jalanan Los Angeles sendirian hingga akhirnya bertemu seseorang yang menjadi penolongnya.

Majikan Sri, yang disebut oleh The Washington Post Magazine sebagai Cicilia Rusdiharini dan suaminya yang disebut bernama Tigor Situmorang. Mereka tidak merespons pesan-pesan yang dikirimkan The Washington Post Magazine untuk meminta tanggapan mereka.


(aud/aud)