Jalan Kaki 6 Hari, 15 Warga Nigeria Berhasil Kabur dari Penculik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 12 Okt 2021 15:52 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept.
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Abuja -

Sedikitnya 15 warga Nigeria, kebanyakan anak-anak, yang diculik berhasil melarikan diri dari para pelaku setelah berjalan kaki melewati semak-semak selama enam hari. Mereka diculik dan disandera oleh pelaku yang belum teridentifikasi sejak berbulan-bulan lalu.

Seperti dilansir AFP, Selasa (12/10/2021), enam wanita dan 9 anak-anak yang berhasil kabur itu diketahui diculik secara terpisah dari desa petani Takulashi di distrik Chibok, Borno dan wilayah Kufre di distrik Hong, Adamawa, beberapa bulan lalu.

Chibok diketahui menjadi lokasi penculikan lebih dari 200 siswi oleh Boko Haram tahun 2014 lalu.

Disebutkan Komisioner Urusan Wanita wilayah Borno, Zuwaira Gambo, bahwa tiga sandera di antaranya bersama lima anak mereka diculik di Takulashi pada Oktober tahun lalu. Tiga sandera lainnya bersama empat anak mereka diculik di Kufre pada Mei lalu.

Gambo menuturkan bahwa para sandera, termasuk seorang wanita yang hamil 8 bulan dari Kufre, nekat 'berjalan kaki selama enam hari' dari hutan Buni Yadi di dekat wilayah Yobe menuju ke kota Damboa di Borno, yang berjarak sekitar 90 kilometer.

"Mereka telah menunjukkan ketangguhan, berjalan kaki di semak-semak selama enam hari," ucap Gambo, sembari memperkenalkan para sandera yang berhasil kabur kepada Gubernur Borno, Babagana Zulum dan para pemimpin Kristen setempat.

Tidak diketahui secara jelas siapa atau kelompok mana yang menculik para wanita dan anak-anak itu. Namun Buni Yadi diketahui menjadi daerah kantong militan Islamic State West Africa Province (ISWAP) yang terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).