Vaksin Pfizer Cegah COVID-19 yang Parah Selama 6 Bulan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 05 Okt 2021 08:33 WIB
Vaksinasi Pfizer di Bekasi sudah dibuka di beberapa tempat. Vaksin itu pun dibuka untuk anak usia 12 tahun ke atas dan ibu hamil.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Hasil analisis terhadap para pasien di Amerika Serikat mengungkapkan bahwa vaksinasi dengan dua dosis suntikan Pfizer tetap sangat efektif melawan COVID-19 yang parah -- termasuk varian Delta -- selama setidaknya enam bulan.

Demikian menurut penelitian yang diterbitkan di Lancet yang mengukur efektivitas satu vaksin dari waktu ke waktu dalam pengaturan dunia nyata.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (5/10/2021), Pfizer dan penyedia layanan kesehatan Kaiser Permanente melihat catatan dari 3,4 juta jiwa penduduk California selatan, sekitar sepertiga di antaranya telah divaksinasi penuh antara Desember 2020 dan Agustus 2021.

Setelah jangka waktu rata-rata tiga sampai empat bulan, orang yang divaksinasi penuh atau menerima dua dosis suntikan, ditemukan 73 persen terlindungi dari infeksi dan 90 persen terlindungi dari rawat inap.

Tapi sementara perlindungan terhadap infeksi dari varian Delta turun 40 persen selama lima bulan, perlindungan terhadap rawat inap yang melibatkan kasus dari semua varian tetap sangat tinggi selama penelitian.

Ditekankan bahwa hasil penelitian tersebut konsisten dengan data awal dari otoritas kesehatan Amerika Serikat dan Israel.

Berkurangnya pertahanan terhadap infeksi "kemungkinan terutama lebih disebabkan oleh berkurangnya efektivitas vaksin daripada karena varian Delta yang lolos dari perlindungan vaksin", demikian para peneliti menyimpulkan.

Lihat juga Video: Momen Joe Biden Disuntik Vaksin Booster Pfizer: Ini Aman & Efektif

[Gambas:Video 20detik]