Selandia Baru Perketat UU Teror Usai Serangan Terkait ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 30 Sep 2021 14:10 WIB
Police stand outside the site of a knife attack at a supermarket in Auckland, New Zealand, Friday, Sept. 3, 2021. New Zealand authorities say they shot and killed a violent extremist after he entered the supermarket and stabbed and injured six shoppers. New Zealand Prime Minister Jacinda Ardern described Fridays incident as a terror attack. (AP Photo/Brett Phibbs)
Ilustrasi -- Situasi usai penusukan di Auckland, Selandia Baru, awal bulan ini (dok. AP/Brett Phibbs)

Sebelum melakukan serangan teror itu, Samsudeen diketahui pernah diadili dan dihukum tiga tahun penjara sebelum dibebaskan pada pada Juli lalu.

Tahun 2020 lalu, otoritas Selandia Baru diketahui gagal menjeratkan dakwaan terorisme terhadap Samsudeen setelah dia kedapatan membeli sebuah pisau berburu dan ditemukan memiliki video-video ISIS.

Seorang hakim setempat memutuskan Samsudeen tidak bisa diadili dengan UU teror Selandia saat itu. Dia dibebaskan, meskipun sempat ditempatkan dalam pengawasan polisi selama 24 jam.


(nvc/tor)