Larang Plat Mobil Serbia Masuk, Kantor Milik Pemerintah Kosovo Diserang

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 13:18 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Larang Plat Mobil Serbia Masuk, Kantor Kemendagri Kosovo Diserang -- ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)
Jakarta -

Dua kantor registrasi kendaraan di Kosovo Utara diserang warga Serbia. Mereka kesal lantaran mobil dengan plat nomor Serbia tak diizinkan memasuki Kosovo.

"Kantor pendaftaran pelat mobil di kota Zubin Potok dibakar dan dua granat tangan dilemparkan ke kantor catatan sipil di kota Zvecan, meskipun tidak meledak," kata polisi, seperti dilansir Reuters, Minggu (26/9/2021).

Hingga kini tidak disebutkan adanya korban jiwa.

Diketahui orang-orang Serbia dari utara Kosovo telah memblokir dua jalan utama di dekat perbatasan sejak larangan pemerintah mulai berlaku pada Senin lalu. Semua pengemudi dari Serbia sekarang harus menggunakan plat nomor sementara yang berlaku selama 60 hari.

Pemerintah Kosovo mengatakan langkah sebagai balasan dari tindakan serupa terhadap para pengemudinya di Serbia sejak 2008 lalu, saat Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia.

Pesawat-pesawat tempur Serbia terbang dekat perbatasan yang melintasi wilayah Jarinje, di mana para pengunjuk rasa Serbia menyoraki mereka. Sehari sebelumnya, tiga helikopter juga terbang di sekitarnya.

Tak hanya itu, media di Beograd melaporkan bahwa tank dan peralatan militer lainnya sedang menuju ke perbatasan, tetapi tentara Serbia tidak memberikan rincian apapun.

Ketegangan antara kedua negara sekarang berada pada titik tertinggi selama bertahun-tahun. Misi NATO di Kosovo menyerukan untuk menahan diri.

"Serbia jelas ingin melakukan militerisasi dan meningkatkan situasi. Hal itu mendorong helikopter dan pesawat terbang buatan Rusia ke perbatasan... Serbia memprovokasi konflik internasional yang serius", kata Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti mengatakan pada konferensi pers.

Dia menuduh Serbia "mendorong dan mendukung" masyarakat untuk menyerang negara bagian Kosovo. Kosovo mengadakan pertemuan dewan keamanan mendesak, tetapi tidak ada rincian yang diberikan tentang apa yang dibahas.

Kurti telah meminta Serbia untuk mulai mengizinkan plat nomor mobil Kosovo untuk keluar masuk negara tersebut. Namun Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan Kosovo harus terlebih dahulu memindahkan unit kepolisian yang ada di Kosovo Utara, yang dibangun untuk menegakkan aturan pelat mobil.

Pada 2013, kedua negara berkomitmen dialog agar masalah dapat diselesaikan. Namun hanya sedikit kemajuan yang dicapai.

Kemerdekaan Kosovo diakui oleh sekitar 110 negara termasuk Amerika Serikat, Inggris dan sebagian besar negara bagian Barat. Sementara Rusia, sekutu tradisional Serbia, dan lima negara anggota Uni Eropa menolak mengakuinya.

Simak juga 'Kosovo-Serbia Tegang di Perbatasan':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)