Taliban Kian Kontroversial: Vonis Potong Tangan-Gantung Mayat Penculik

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 26 Sep 2021 11:47 WIB

Hukum Untuk Pencuri di Kabul

Dalam beberapa waktu terakhir, Taliban tampaknya sudah mulai menjalankan hukumannya. Di Kabul, pria-pria yang diklaim mencuri dinaikkan ke pikap, tangan mereka diikat, dan diarak keliling kota untuk mempermalukan mereka.

Pada kasus lain, wajah mereka dicoreng-moreng untuk mengidentifikasi bahwa mereka pencuri. Roti busuk digantungkan di leher atau disumpalkan ke mulut mereka.

"Bukan hal yang baik untuk melihat orang-orang dipermalukan di depan umum, tapi itu menghentikan para penjahat karena ketika orang-orang melihatnya, mereka berpikir 'Saya tidak ingin itu menjadi saya'," ucap Amaan yang merupakan pemilik toko di pusat Kabul.

Hukuman untuk Penculik di Herat

Hukuman untuk penculik anak juga dilakukan di kota Herat, Afghanistan. Saat itu Taliban berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki.

"Satu penculik tewas dan tiga lainnya ditangkap," kata Wakil Gubernur Provinsi Herat yang berada di bawah pimpinan Taliban, Mawlawi Shir Ahmad Muhajir, meskipun dalam kasus lain Taliban gagal dan para penculik dapat menghasilkan uang untuk tebusan.

"Kami sangat sedih karena selama kami di Herat, orang-orang kami diculik," kata Muhajir.

Terbaru, pada Sabtu (25/9) hukuman serupa juga kembali menggegerkan warga kota Herat. Empat mayat pria pelaku penculikan digantung.

Muhajir mengatakan pasukan keamanan Taliban diberitahu telah terjadi penculikan seorang pengusaha dan putranya pada Sabtu (26/9). Baku tembak antara pelaku penculikan dan Taliban tak terelakkan.

"Polisi menutup jalan keluar kota dan Taliban menghentikan orang-orang itu di sebuah pos pemeriksaan, di mana baku tembak terjadi", katanya.

"Akibat pertempuran beberapa menit, salah satu Mujahidin kami terluka dan keempat penculik tewas," kata Muhajir dalam sebuah rekaman pernyataan yang dikirim ke AFP.

Kemudian mayat para pria itu dipamerkan di berbagai tempat umum pada hari yang sama dengan pembunuhan untuk memberi "pelajaran" bahwa penculikan tidak akan ditoleransi.

Foto-foto yang tersebar di media sosial menampilkan mayat berlumuran darah sambil digantung dengan derek di alun-alun kota. Video lainnya menunjukkan seorang pria digantung dari derek di Herat dengan tulisan di dadanya "Penculik akan dihukum seperti ini".

"Kami adalah Imarah Islam. Tidak ada yang harus menyakiti bangsa kita. Tidak ada yang harus menculik," katanya dalam klip video tersebut.

"Agar menjadi pelajaran bagi penculik lain untuk tidak menculik atau melecehkan siapa pun, kami menggantung mereka di alun-alun kota dan menjelaskan kepada semua orang bahwa siapa pun yang mencuri atau menculik atau melakukan tindakan apa pun terhadap akan dihukum." imbuhnya.


(izt/dhn)