Marah, China Kerahkan Puluhan Pesawat Militer ke Dekat Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Sep 2021 13:26 WIB
In this photo released by the Taiwan Ministry of National Defense, a Chinese Peoples Liberation Army H-6 bomber is seen flying near the Taiwan air defense identification zone, ADIZ, near Taiwan on Friday, Sept. 18, 2020. The second high-level U.S. envoy to visit Taiwan in two months began a day of closed-door meetings Friday as China conducted military drills near the Taiwan Strait after threatening retaliation. (Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Illustrasi -- Pesawat pengebom China (dok. Taiwan Ministry of National Defense via AP)
Taipei -

Otoritas China kembali mengerahkan puluhan pesawat militernya ke dekat wilayah Taiwan, pekan ini. Langkah ini disebut bertujuan menunjukkan kemarahan China atas keinginan Taiwan bergabung dengan kemitraan trans-Pasifik atau yang dikenal sebagai CPTPP.

Seperti dilansir Bloomberg, Jumat (24/9/2021), Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya menyebut total 24 pesawat militer China terbang ke dalam Zona Identifikasi Pertahanan Udara Taiwan pada Kamis (23/9) waktu setempat.

Jumlah itu disebut sebagai yang terbesar yang pernah dikerahkan China ke zona pertahanan Taiwan dalam sehari sejak Juni lalu, saat 28 pesawat militer China dikerahkan ke dekat Taiwan hanya dalam waktu sehari.

Sejumlah pejabat Taiwan, seperti dilansir AFP, menuturkan bahwa puluhan pesawat militer China yang dikerahkan ke Taiwan itu juga termasuk 18 jet tempur China dan dua pesawat pengebom berkemampuan nuklir.

Pengerahan puluhan pesawat militer China itu dilakukan sehari setelah Taiwan mengumumkan pihaknya mengajukan diri untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).

China sendiri juga mengajukan diri untuk bergabung CPTPP pekan lalu.

Di masa lalu, China memanfaatkan penyusupan udara skala besar semacam ini untuk mengisyaratkan kemarahannya pada Taiwan karena menantang klaim China atas kedaulatan pulau tersebut.

Lihat juga Video: Biden Tak Ingin Cari Perang Dingin Baru, Singgung China?

[Gambas:Video 20detik]