Round-up

Belum Berakhir Prancis Vs Sekutu Gegara Kapal Selam Nuklir

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 22:40 WIB
Presiden Prancis Emmanuel Macron
Presiden Prancis Emmanuel Macron (Foto: AP Photo/Thibault Camus)

Prancis sebagai pembalasan, membatalkan acara pesta untuk menandai hubungan AS-Prancis, menarik duta besarnya untuk Washington dan Canberra dan menuduh kedua negara sekutu itu melakukan pengkhianatan dan kebohongan.

Sementara Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah bergerak untuk memperbaiki masalah mereka dalam panggilan telepon 30 menit. Percakapan tersebut digambarkan Gedung Putih sebagai "bersahabat". Namun, hal yang sama tidak terjadi pada Macron dengan Morrison.


Usai percakapan via telepon dengan Biden, Macron pun berencana untuk mengembalikan duta besar Prancis ke Washington minggu depan. Namun, sejauh ini belum ada pengumuman tentang kembalinya duta besar Prancis ke Canberra.

"Australia memutuskan untuk tidak melanjutkan kontrak pertahanan yang sangat signifikan. Dan dapat dimengerti, kami tahu bahwa Prancis kecewa tentang itu," kata Morrison.

"Saya pikir masalah-masalah itu akan membutuhkan waktu lebih lama untuk diselesaikan daripada yang sedang ditangani antara Amerika Serikat dan Prancis," imbuh pemimpin Australia itu.