Presiden Meksiko Minta AS Bertindak Atasi Krisis Migran

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 23 Sep 2021 04:22 WIB
Mexican President Andres Manuel Lopez Obrador gestures as he speaks during a press conference at the Palacio Nacional in Mexico City on July 10, 2019. - Arturo Herrera replaced Carlos Urzua as Mexican Secretary of Finance, after he resigned on July 9, 2019 citing discrepancies with Lopez Obradors government. (Photo by ALFREDO ESTRELLA / AFP)
Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (Foto: ALFREDO ESTRELLA/AFP)
Meksiko -

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mendesak Amerika Serikat pada hari Rabu untuk bertindak cepat untuk mengatasi penyebab krisis migran yang mempengaruhi kedua negara tetangga. Ribuan migran saat ini berkumpul di perbatasan Utara Meksiko untuk mencari akses ke Amerika Serikat.

"Cukup bicara, saatnya bertindak," kata Lopez Obrador kepada wartawan, seperti dilansir dari AFP, Kamis (23/9/2021).

Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah masih menunggu beberapa miliar dolar yang dijanjikan oleh Washington untuk pembangunan ekonomi guna mengurangi kebutuhan para migran untuk melarikan diri dari kemiskinan, katanya.

"Ada komitmen bahwa mereka akan menginvestasikan empat miliar -- dua miliar untuk Amerika Tengah dan dua miliar untuk Meksiko. Tidak ada yang datang -- tidak ada," kata Lopez Obrador.

Pada saat yang sama dia menambahkan bahwa Presiden AS Joe Biden "tertarik" untuk memecahkan masalah tersebut dan mengatakan dia berharap akan ada kesepakatan regional tentang pembangunan ekonomi.

Pemimpin Meksiko telah berulang kali mengusulkan perluasan salah satu program kesejahteraan domestiknya ke Amerika Tengah dengan tujuan menciptakan 1,2 juta pekerjaan di wilayah tersebut.

Dia juga mengusulkan agar peserta memenuhi syarat untuk visa kerja AS setelah tiga tahun.

Pihak berwenang AS telah mulai memulangkan warga Haiti melalui udara dari kota perbatasan Texas Del Rio, memicu peringatan dari PBB bahwa orang-orang dengan klaim suaka asli mungkin berisiko.

Puluhan ribu migran lainnya terdampar di kota Tapachula di Meksiko selatan, menunggu dokumen yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke utara.

(eva/eva)