Presiden Iran Pidato di PBB, Minta Sanksi Karena Nuklir Dicabut

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 22 Sep 2021 02:58 WIB
Irans Presidents Ebrahim Raisi remotely addresses the 76th Session of the UN General Assembly on September 21, 2021 in New York. (Photo by EDUARDO MUNOZ / POOL / AFP)
Foto: AFP/EDUARDO MUNOZ
New York -

Presiden baru Republik Islam Iran Presiden Ebrahim Raisi berpidato di Majelis Umum PBB. Dalam pidatonya tersebut, dia mengatakan pembicaraan soal nuklir harus bisa membebaskan sanksi bagi negaranya.

Dilansir dari AFP, Rabu (21/9/2021), Presiden Raisi meminta kepada Amerika Serikat (AS) untuk memenuhi janjinya untuk mengakhiri sanksi berdasarkan perjanjian nuklir 2015.

"Republik Islam menganggap pembicaraan bermanfaat yang hasil akhirnya adalah pencabutan semua sanksi yang menindas," kata Raisi dalam pidato yang direkam di Majelis Umum PBB.

Dia menerangkan, nuklir dilarang agama. Dia pun menyebut Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

"(Senjata nuklir) tidak memiliki tempat dalam dokrin pertahanan dan kebijakan pencegahan kami," katanya.

Presiden AS Joe Biden, yang hadir dalam pidato Raisi, mengatakan AS siap untuk kembali ke kesepakatan nuklir yang dicetuskan oleh pendahulunya Donald Trump.

"Kami siap untuk kembali ke keputusan penuh jika Iran melakukan hal yang sama," ucap Biden merujuk pada janji AS untuk mencabut sanksi Iran.

Simak juga 'Di Sidang PBB, Presiden Kongo Sebut Afrika Tak Butuh Sumbangan Amal':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)