Bocorkan Kontak 250 Penerjemah Afghanistan, Inggris Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Sep 2021 17:45 WIB
Perang hingga bencana alam kerap jadi faktor sejumlah warga tinggalkan negaranya untuk cari suaka. Sejumlah negara maju ini kerap jadi tujuan para pencari suaka
Ilustrasi -- Pengungsi Afghanistan (dok. Getty Images)

Pelanggaran data ini memicu kemarahan kalangan anggota parlemen dari Partai Konservatif dan mantan Menteri Veteran, Johnny Mercer, yang menyebut kesalahan itu sebagai 'kinerja kelalaian secara kriminal'.

Pada Agustus lalu, surat kabar The Times melaporkan bahwa mereka menemukan informasi kontak detail milik para staf dan pelamar kerja yang ditinggal begitu saja tanpa dihancurkan sepenuhnya pada Kedutaan Besar Inggris di Kabul. Temuan itu disebut berpotensi membahayakan para pemilik informasi itu.

Awal bulan ini, Perdana Menteri (PM) Boris Johnson menyebut 311 orang yang tertinggal di Afghanistan sebenarnya memenuhi syarat untuk direlokasi ke Inggris di bawah Kebijakan Bantuan dan Relokasi Afghanistan, termasuk para penerjemah yang sebelumnya bekerja untuk militer Inggris di Afghanistan.

"Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk memastikan agar orang-orang itu mendapatkan jalur aman yang mereka dapatkan," ucap PM Johnson kepada parlemen Inggris.

Inggris diketahui mengevakuasi lebih dari 15.000 orang dari Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Mereka yang dievakuasi terdiri atas warga Inggris dan warga Afghanistan yang memenuhi syarat relokasi.


(nvc/tor)