Netanyahu Tuding Biden Tertidur Saat Bicara dengan PM Baru Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 11:52 WIB
Israels outgoing prime minister Benjamin Netanyahu speaks during a Knesset session in Jerusalem Sunday, June 13, 2021. Bennett is expected later Sunday to be sworn in as the countrys new prime minister, ending Prime Minister Benjamin Netanyahus 12-year rule. (AP Photo/Ariel Schali22
Mantan PM Israel, Benjamin Netanyahu (dok. AP Photo/Ariel Schali22)
Tel Aviv -

Mantan Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menuduh Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, tertidur saat bertemu PM baru Israel, Naftali Bennett, di Gedung Putih bulan lalu. Informasi Biden tertidur itu telah dipastikan sebagai hoaks oleh berbagai media internasional.

Seperti dilansir Reuters, Senin (20/9/2021), tuduhan itu disampaikan Netanyahu dalam sebuah video yang diposting ke Facebook pada Minggu (19/9) waktu setempat. Dalam video itu, awalnya suara off-camera mengatakan kepada Netanyahu: "Anda tahu, Bennett bertemu dengan Biden."

"Saya mendengarnya. Saya dengar Biden sangat perhatian dalam pertemuan ini. Dia menundukkan kepalanya sebagai persetujuan," jawab Netanyahu, sembari menggerakkan kepalanya ke bawah dalam gerakan cepat seolah-olah meniru seseorang yang tertidur.

Hasil pemeriksaan fakta oleh Reuters atau Reuters fact check sebelumnya menegaskan informasi Biden tertidur saat berbicara dengan Bennett di Ruang Oval, Gedung Putih, itu sebagai hoaks.

Informasi ini beredar sejak tiga pekan lalu setelah sejumlah pengguna media sosial membagikan klip yang disebut menampilkan momen saat Biden menundukkan kepala ke bawah dan mengangguk ketika Bennett berbicara di depannya.

Menurut pemeriksaan fakta oleh Reuters, klip yang beredar di media sosial itu sengaja dipotong secara menyesatkan. Beberapa detik setelah klip itu dipotong, rekaman video lebih panjang menunjukkan Biden merespons Bennett.

Netanyahu (71) yang memimpin partai sayap kanan Likud, kini berada di kubu oposisi setelah dilengserkan oleh pemerintahan baru yang dipimpin Bennett. Berkuasanya pemerintahan baru yang berasal dari banyak elemen politik ini mengakhiri kepemimpinan konservatif Netanyahu selama 12 tahun terakhir atas Israel. Beberapa waktu terakhir, Netanyahu berjanji akan memerintah atas Israel kembali.

Simak juga video 'Benjamin Netanyahu: Pemerintah Penipu Akan Jatuh dengan Cepat!':

[Gambas:Video 20detik]