Korut Komentari Kapal Selam AS-Australia: Picu Adu Senjata Nuklir!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 20 Sep 2021 10:05 WIB
In this photo made available by the U.S. Navy, the guided-missile submarine USS Georgia transits the Strait of Hormuz in Persian Gulf, Monday, Dec. 21, 2020. The USS Georgia traversed the strategically vital waterway between Iran and the Arabian Peninsula on Monday, the U.S. Navy said, a rare announcement that comes amid rising tensions with Iran. (Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)
Ilustrasi -- Kapal selam AS (dok. Mass Communication Specialist 2nd Class Indra Beaufort/U.S. Navy via AP)

Aliansi pertahanan antara pemerintahan Presiden AS Joe Biden dengan Australia dan Inggris dipandang secara luas dimaksudkan untuk menangkal China.

Hubungan terkini AS di bawah Biden dengan Korut menandai perubahan sikap dari pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump, yang menjalin hubungan diplomat luar biasa dengan pemimpin Korut, Kim Jong-Un.

"Sikap kesepakatan ganda AS menjadi semakin jelas kemunculan pemerintahan baru yang mengikis norma dan ketertiban internasional yang diterima secara universal dan secara serius mengancam perdamaian dan stabilitas dunia," sebut pejabat Kementerian Luar Negeri Korut itu.

Ditambahkan pejabat yang tidak disebut namanya itu bahwa Korut 'jelas akan mengambil tindakan balasan yang pantas jika hal itu bahkan sedikit berdampak pada keamanan di negara kami'.


(nvc/ita)