Melihat Perbandingan Kekuatan Tempur China dan AS-Australia di Pasifik

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Sep 2021 16:30 WIB
A type 094 Jin-class nuclear submarine Long March 15 of the Chinese Peoples Liberation Army (PLA) Navy participates in a naval parade to commemorate the 70th anniversary of the founding of Chinas PLA Navy in the sea near Qingdao, in eastern Chinas Shandong province on April 23, 2019. - China celebrated the 70th anniversary of its navy by showing off its growing fleet in a sea parade featuring a brand new guided-missile destroyer. (Photo by Mark Schiefelbein / POOL / AFP)
Ilustrasi -- Kapal selam China (dok. AFP/MARK SCHIEFELBEIN)

Atau dengan kata lain, menurut Kepala Staf Angkatan Laut Prancis, Laksamana Pierre Vandier, dalam kurun waktu empat tahun, China meluncurkan kapal-kapal militer yang setara dengan armada Angkatan Laut Prancis.

Vandier menyebut 'upaya Angkatan Laut China yang bersejarah' mewakili 55 persen anggaran pertahanan negara itu.

- Kapal Selam

Penilaian tahunan kemampuan militer di seluruh dunia, Military Balance, oleh Institut Internasional untuk Kajian Strategis, China kini memiliki enam kapal selam rudal balistik bertenaga nuklir (SSBN) yang dipersenjatai rudal-rudal nuklir.

China juga memiliki 40 kapal selam serbu, dengan enam unit di antaranya bertenaga nuklir.

Sementara menurut data Angkatan Laut AS, militer AS memiliki 21 kapal serbu dan delapan SSBN di Pasifik, yang sebagian besar beroperasi di sekitar Pearl Harbor.

Untuk Australia, negara ini diketahui memiliki enam kapal selam rancangan Swedia bertenaga listrik-diesel jenis Collins-class yang sudah beroperasi sejak pertengahan tahun 1990-an.

Australia sebelumnya berencana menambah armada lautnya dengan 12 unit kapal serbu buatan Prancis. Namun kesepakatan senilai miliaran dolar Amerika dengan Prancis itu dibatalkan demi mendapatkan armada kapal selam bertenaga nuklir dengan bantuan AS. Keputusan Australia ini memicu kemarahan Prancis.

Selain Australia, para pemangku kepentingan lainnya di kawasan Pasifik juga berupaya meningkatkan kemampuan Angkatan Laut mereka, khususnya dalam mendapatkan kendaraan bawah laut.

Vietnam tercatat memiliki enam kapal selam buatan Rusia, Malaysia memiliki dua kapal selam, Indonesia memesan enam kapal selam dari Korea Selatan (Korsel), dan Filipina tengah mempertimbangkan untuk membangun armada kapal selamnya sendiri. Semua negara ini terlibat dalam sengketa wilayah maritim sejak lama dengan China.

Sementara itu, Jepang diketahui memiliki 23 unit kapal selam, Korsel memiliki 18 kapal selam, Singapura memiliki dua kapal selam dan Rusia memiliki selusin unit kapal selam.

Sebagai pertanda meningkatkan ketegangan di kawasan, Prancis mengerahkan satu unit kapal selam serbu bertenaga nuklirnya, Emeraude, ke Pasifik sejak awal tahun 2021. Pengerahan semacam ini menjadi yang pertama sejak tahun 2001.


(nvc/ita)